TIDORE – Kasus positif covid-19 atau virus corona di Kota Tidore Kepulauan meningkat setiap hari, sebagian besar angka paparan ini berasal dari transmisi lokal.
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Tidore Kepulauan, Saiful Salim Minggu (21/06) mengatakan, angka positif Covid-19 di Kota Tidore Kepulauan saat ini naik menjadi 38 orang.
“Setelah ada penambahan satu kasus positif hasil dari pemeriksaan PCR laboratorium Prodia Ternate yang dikirim ke Gugus Tugas Kota Tidore Kepuluan dengan pasien inisial RH, laki-laki asal Kelurahan Tomagoba berusia 27 Tahun,” ungkapnya.
Saiful menambahkan, berdasarkan riwayat, RH diduga terpapar melalui transmisi local. Dimana RH memiliki kontak erat dengan salah satu pasien PDP reaktif rapid test yang sempat dirawat di RSD Tidore.
“Hasil yang kami terima dari Prodia itu dua orang, satu positif dan satu negatif. Sementara itu untuk spesimen swab yang dalam proses antrian sebanyak 93 sampel, 61 diantaranya dikirim ke BTKL Manado dan sisanya masih dalam antrian di laboratorium RS Chasan Boesoeri Ternate maupun Laboratorium Prodia Ternate,” katanya.
Kata Saiful, dengan melihat trend kasus positif harian Covid-19 yang tetap ada setiap harinya, maka Gugus Tugas Covid-19 Kota Tidore Kepulauan sangat mengharapkan dukungan semua element dalam membantu Tim Gugus Tugas percepatan dan penanganan Covid-19 Kota Tidore Kepulauan dalam memutuskan mata rantai penularan Covid-19. “Mari torang baku bilang bae-bae, baku kase ingat, baku dengar untuk torang pe bae,” pintanya.
Selain itu, kata Saiful, Tim Gugus Tugas sangat mengharapkan agar masyarakat tidak panic, namun harus tetap waspada dan protokol kesehatan harus menjadi hal yang wajib dipatuhi oleh masyarakat terutama penggunaan masker.
“Kebersihan diri terutama rutin mencuci tangan, jaga jarak setiap interaksi fisik minimal 1,5 meter, tidak keluar rumah jika tidak ada urusan yang terlalu mendesak, tingkatkan imunitas tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga ringan di halaman rumah, jadikan protokol kesehatan ini sebagai suatu kebiasaan sehari-hari terutama di masa pendemi ini,” ucapnya.
Dirinya juga berharap agar masyarakat tidak mengucilkan atau stigma terhadap orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan keluarganya. “Mengingat penyakit ini adalah bukan penyakit aib atau penyakit yang memalukan, sehingga kita perlu memberikan support, menyemangati mereka sehingga bisa cepat sembuh dan kembali bersama keluarga,” harapnya.
Dirinya juga menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu tim gugus tugas dalam penanganan Covid-19 di Kota Tidore Kepulauan. (ute)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

