Potret Sepak Terjang dan Kelemahan BPD Morotai

Kabid Kelembagaan desa DPMD Morotai Farida Iriyanti Iskandar

DARUBA – Kepala Bidang Kelembagaan Desa DPDM Pulau Morotai, Farida Iriyanti Iskandar, mengakui kinerja 440 anggota BPD di 88 desa di Kabupaten Pulau Morotai di periode ini cukup baik, bila dibanding dengan periode sebelumnya.

Ini bisa dilihat dari kinerja mereka yang sangat aktif dalam melakukan pengawasan di desa. Bahkan ada sejumlah BPD yang menurutnya layak diapresiasi dan patut diberikan contoh.

“Seperti BPD Sangowo Timur, mereka buat kantor sendiri dengan dana  pribadi, alasannya agar lebih maksimal bekerja. Karena kalau gabung ke kantor desa bagi mereka tidak maksimal, saya apresiasi buat mereka,” ucap Farida kepada Fajar Malut di ruang kerjanya, Kamis (25/6/2020).

Ida mengakui, secara keseluruhan kinerja BPD periode kali ini sangat baik, dan tidak banyak menimbulkan masalah.

“Partisipasi BPD di desa sangat tinggi sekali, cukup bagus kerja-kerja BPD kali ini. Mereka aktif sekali. Karena banyak juga yang sarjana, jadi kerjanya bagus-bagus,” akuinya.

Namun, kata Ida, masih ada sedikit dari mereka yang salah memanfaatkan jabatan, sehingga harus diberhentikan.

“Kalau BPD yang kita berhentikan itu hanya kasus selingkuh. Saya lupa jumlahnya, tapi itu hanya di beberapa desa saja, jumlahnya juga tidak sampai tiga orang,” katanya.

Ida mengatakan, kasus perselingkuhan anggota BPD memang sering kali diadukan. Tapi tidak semuanya bisa di proses. Karena ada juga yang tidak terbukti, hanya sekedar saling fitnah.

“Kalau ada pengaduan seperti itu kita langsung turun ke desa untuk cari tahu kebenarannya. Kalau benar baru berhentikan,” timpalnya.Selain kasus selingkuh, ada juga anggota BPD yang mengundurkan diri karena alasan sibuk. “Kalau yang mengundurkan diri itu salah satu BPD di Desa Darame. Alasannya dia tidak bisa membagi tugas pokoknya dengan tugas di desa. Jadi dia undur diri. Berkasnya saat ini sudah dalam proses,” tuntas Farida. (fay)

Berita Terkait