Rekomendasi Tim Epidemiologi Jadi Referensi Pemkot Ternate

Pertemuan Pemkot Ternate Dengan tim Epidemologi

TERNATE – Untuk menekan laju penyebaran covid-19 di Kota Ternate ini, maka seluruh tim medis yang bertugas di pintu masuk ditarik, guna memaksimalkan pengawasan di tingkat Kelurahan. Selain itu, pemaparan dari ahli epidemiologi di Malut, juga jadi bahan referensi bagi Pemkot Ternate dalam melakukan penanganan covid-19.

Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman mengatakan, penarikan tim medis bertujuan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi bersama Puskesmas serta Babinsa dan Babinkamtibmas di setiap Kelurahan yang ada di Kota Ternate, apalagi saat ini telah diterapkan isolasi mandiri bagi pasien covid-19.

“Kita sudah mulai terapkan isolasi mandiri bagi pasien positif maupun yang berstatus OTG, sehingga lebih optimal dalam pengawasan,” katanya usai rapat dengan tim Epidemiologi, Selasa (30/6).

Dia menjelaskan, segala tugas kedepan yang dilakukan gustu, mengacu pada rekomendasi tim Ahli Epidemiologi, dan apa yang telah dilaksanakan selama ini menjadi referensi tindakan selanjutnya. “Tadi juga diminta untuk memperbaiki pola komunikasi, sehingga pesan berupa himbauan ini dimengerti dan dilaksanakan oleh masyarakat demi keselamatan semuanya. Kita juga telah memperpanjang masa tanggap darurat hingga Juli nanti,” ucapnya

Dia mengakui, apa yang telah disampaikan oleh ahli Epidemiologi ada sebagian yang sudah dilakukan namun belum maksimal, sehingga pola penanganan akan di rubah agar lebih maksimal.

Sementara saran tim ahli agar Ternate menyiapkan alat PCR, kata dia, pihaknya terkendala karena di Ternate penanganan melalui dua institusi yakni Kota dan Provinsi, beda dengan tempat lain yang punya rumah sakit daerah sendiri. “ Kita rumah sakitnya dibawa kewenangan Provinsi, dan RSUD itu sebenarnya menangani Kota, karena berada di Kota Ternate dan pusat kegiatan masyarakat dan mobilitas penduduk kebanyakan di Ternate, jadi untuk pengadaan alat PCR, kita konsultasikan dulu,” jelasnya sembari menyebut Labkesda butuh alat apa saja, kalau memungkinkan dan tidak membutuhkan biaya yang besar akan bisa direalisasikan. Kita dengar sudah disiapkan Rp148 miliar oleh Pemprov, namun urusan PCR belum juga selesai hingga kini,” tutupnya.(cim)

Berita Terkait