Permintaan Kosongkan Lahan Kuburan Belum Final

Lahan milik yayasan yang dibangun rumah

TERNATE Pemkot Ternate tidak bisa bersikap terkait lahan pekuburan Tionghoa (Cina) yang kini ditempati warga, sebab lahan itu tercatat sebagai lahan milik yayasan cahaya bakti (YCB). Dan sejak lama pihak yayasan meminta warga yang menempati untuk segera berpindah. Pemkot hanya meminta warga dapat memahami hal itu.

Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman mengatakan, hal itu bukan baru sekarang terjadi, karena himbauan yang disampaikan pihak yayasan itu sejak lama dilakukan. “Jadi masyarakat harus memahami itu, karena cepat atau lambat karena lahan itu untuk pekuburan bukan perumahan, tapi kita akan koordinasi dengan yayasan,” katanya, Senin (20/7).

Meski begitu, pihaknya kata dia, akan berkoordinasi, sehingga apa yang menjadi maksud dari yayasan bisa terlaksana dan masyarakat ada waktu untuk pindah dan mencari lahan yang lain.” Yang pasti itu lahan kuburan, dan masyarakat tahu itu, jadi nanti dikomunikasikan dengan yayasan untuk dicarikan solusi demi kepentingan bersama,” ungkap dia.

Terpisah Kepala Dinas Perkim Kota Ternate Nuryadin Rachman mengatakan, itu lahan milik pihak yayasan, sehingga Pemkot tidak bisa mencampuri itu, namun pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan mediasi antara yayasan dengan warga.” Yang jelas masalah yang sudah di follow-up ke publik kita akan carikan solusi,” ungkapnya.

Menurut dia, sesuai dengan surat dari pihak yayasan batas waktu yang diberikan ke warga itu pada 30 Juli ini, sehingga pihaknya dalam pekan ini akan mengundang mereka termasuk camat dan lurah.”Karena yang jelas pembangunan diatas kuburan atau pemakaman itu tidak dibenarkan, sekalipun itu bukan lokasi pemerintah, tapi tidak boleh, karena dari sisi pengendalian permukiman itu tidak layak,” ucapnya.

Dan dari aspek permukiman juga tidak diperbolehkan untuk membangun diatas kuburan, karena hal itu akan menimbulkan kekumuhan dan kesemrawutan.” Sehingga kami berharap pada pertemuan dalam waktu dekat ini ada solusi antara pihak yayasan dengan warga, bahkan pak wali sudah arahkan tahun depan itu harus dianggarkan untuk pembuatan pagar pembatas, supaya jangan ada penyerobotan tapi kami masih lakukan kajian,” tutupnya.(cim)

Berita Terkait