SANANA – Selain Desa Waitina, Kecamatan Mangoli Timur, dan Desa Mangoli, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) yang dihantam banjir, Desa Kou juga mengalami hal yang sama.
Sebanyak 77 rumah di Desa Kou, Kecamatan Mangoli Timur, terendam banjir. Banjir tersebut akibat meluapnya sungai Balang Koyo yang tidak mampu lagi menampung volume air hujan yang terus turun sejak pukul 21:30 hingga 00:30, Rabu (22/7) dini hari. Air yang meluap ke rumah warga pada malam hari itu, kemudian membuat warga panik dan lari ke rumah keluarga lainnya yang tidak terdampak.
Iwan Fataruba, warga Desa Kou, saat dihubungi media ini mengatakan, hujan yang turun cukup deras. dan cukup lama. sehingga ada rumah yang sudah terendam banjir setinggi lutut orang dewasa. “Sungai Balangkoyo meluap, air sudah masuk ke rumah warga, sebagian warga sudah mengungsi ke tempat yang aman,” katanya.
Lanjutnya, warga sudah tidak bisa tidur dengan nyenyak. Sebagian besar laki-laki dewasa telah siaga di dalam desa untuk mengantisipasi terjadi banjir besar. “Kami berharap pihak terkait dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepsul, segera tanggap darurat atas kondisi yang tengah dialami warga Desa Kou,” harap Iwan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kepsul Hendra Irawan Umabaihi menyatakan, pihaknya akan segera terjun ke lokasi banjir. “Iya, kami sudah mendapat informasi banjir Kou, hari ini (kemarin, red) BPBD Kepsul segera turun ke lokasi. Kami meminta kepada warga agar tetap waspada dan menjaga keselamatan diri hingga bantuan tiba di lokasi,” katanya.(nai)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

