WEDA – Banjir melanda sejumlah desa di Kecamatan Weda Selatan (Wesel) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). Warga pun dievakuasi.
Warga yang dievakuasi akibat kebanjiran berasal dari Desa Lembah Asri Kecamatan Weda Selatan yang mengalami kebanjiran yang cukup parah. Kapolres Halteng, AKBP Nico Setiawan melalui Kapolsek Weda, IPTU I Komang Setiawan kepada Fajar Malut.com saat dikonfirmasi megatakan, malam hari ini (Rabu 29 Juli 2020), pukul 20.38 WIT, bertempat di desa Lembah Asri Kecamatan Weda Selatan, telah dilaksanakan evakuasi terhadap warga desa Lembah Asri, yang mana kediaman mereka terendam banjir dan ketinggian air mencapai kurang lebih 70 centimeter.
“Hujan yang terus mengguyur wilayah Halteng khusunya di Kecamatan Weda Selatan mengakibatkan ketinggian air cukup tinggi sehingga warga harus di evakuasi ke tempat yang lebih aman,” ucapnya.
Komang mengatakan, tim yang melaksanakan evakuasi terhadap warga masyarakat,terdiri dari Satgas Koramil Persiapan Kecamatan Weda Selatan, Personil Polres Halteng dan Polsek Weda, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halteng.
Dia mengaku, dari jumlah KK (Kepala Keluarga) di desa Lembah Asri sebanyak 124 KK, 15 KK sudah di evakuasi ke tempat pengungsian yaitu, bangunan Kantor Koramil Persiapan Kecamatan Weda Selatan.
“1 KK yang terdiri dari 8 jiwa, suda lebih dulu mengungsi secara mandiri ke bukit belakang desa Lembah Asri dan dari pihak desa telah mengirim tenda dan beberapa perlengkapan lain,” katanya.
Sementara 108 KK lainnya sudah dijemput untuk di evakuasi ke tempat pengungsian, namun mereka masih bersikeras untuk bertahan di rumahnya, dengan alasan sudah terbiasa menghadapi banjir dan berharap banjir segera surut.
IPTU I Komang juga menambahakan Kapolres Halteng AKBP Nico A Setiawan yang didampinginya bersama Danramil Weda, Kapten Inf. Andi Purwanto langsung bertatap muka dengan warga yang telah mengungsi di tempat pengungsian. “Dalam pertemuan, Kapolres memberikan dukungan moril, sekaligus memberikan arahan kepada masyarakat untuk sementara waktu, bertahan di tempat pengungsian sampai air benar-benar surut,” akunya.
Komang juga menyampaikan, Kapolres AKBP Nico memberikan bantuan dari BPBD Halteng, berupa selimut, tikar dan masker kepada warga. “Selain desa Lembah Asri yang mengalami kebanjiran, desa Sumber Sari juga mengalami kebanjiran dan warganya yang mengungsi secara mandiri ke rumah warga yang rumahnya belum terendam dan terletak di daerah yang agak tinggi,” terangnya.
“Ada 8 KK warga desa Sumber Sari yang telah mengungsi. Dari tim dan Bhabinkamtibmas untuk mengajak mengungsi ke tempat pengungsian yang telah disediakan, namun warga bersikeras mengungsi ke rumah warga yang lain,” tutupnya. (udy)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

