BOBONG – Karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Kabupaten Pulau Taliabu, mogok kerja sejak Rabu (5/8). Diduga sudah 3 bulan para karyawan belum mendapatkan gaji.
Direktur Utama PDAM Kabupaten Pulau Taliabu, Suwandi Sabila saat dikonfirmasi Kamis (6/8) mengaku tidak tahu menahu motif para karyawan yang sudah dua hari enggan berkantor dan menjalankan tugas di lapangan.
Padahal, kata dia, saat ini pipa PDAM sedang terputus di sungai Ratahaya sehingga membutuhkan kerja – kerja extra. “Saya juga kurang tahu apa motifnya, sudah beberapa kali saya panggil masuk kerja, tapi mereka (karyawan) tidak ada yang mau datang lagi,” ungkapnya
Suwandi menuturkan, para karyawan mogok setelah kerja pipa yang terputus di Ratahaya. Kini, Suwandi turun tangan sembari meminta bantu beberapa staf dari Dinas Pemukiman.
Meski begitu, ketika disinggung terkait upah kerja, Suwandi mengakui sudah 3 bulan, gaji karyawan belum membayar, sementara permintaan gaji karyawan yang dimasukkan di Dinas Keuangan sebelum lebaran Idul Adha belum direalisasi hingga saat ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Keuangan, Irwan Mansur sudah berbulan bulan tidak berada di tempat. Kabarnya, Irwan mengikuti wisuda studi S2 sebelum lebaran Idul Adha, namun hingga saat ini belum berada di tempat dan bertugas. Alhasil, sejumlah permintaan pencairan anggaran tersendat, bahkan para bendahara yang melakukan urusan pencairan pun hanya bisa pasrah dan menunggu kehadiran Irwan.
Informasi yang dihimpun Fajar Malut, anggaran PDAM yang masuk dalam anggaran covid-19 belum dicairkan. Sebab Pemkab Pulau Taliabu, melalui Bupati Aliong Mus menggratiskan pembayaran iuran PDAM selama 4 bulan, terhitung sejak April sampai Juni tahun 2020 guna membantu warga terdampak pandemi Covid-19. Namun hingga saat ini, APBD yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19 dan pembayaran iuran air bersih yang digratiskan juga belum dicairkan.
Akibatnya, karyawan harus bekerja selama empat bulan tanpa gaji. “Kami sebanyak 14 orang karyawan yang belum terima gaji, sejak bulan April sampai Agustus 2020 ini. Gaji kami per bulan Rp. 1,200.000 per orang,” ungkap karyawan PDAM Taliabu yang enggan namanya dikorankan.
Para karyawan PDAM yang lain tidak turun kerja di lapangan meskipun saat ini air PDAM lagi macet. Yang turun kerja hanya Dirut dan Direktur Administrasi. “Yang turun lapangan untuk sambung pipa utama penyaluran hanya dua Direktur,” kata dia membenarkan. (bro)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

