Pasar Syariah Kelurahan Sasa Terancam Ditutup

pasar syariah sasa

TERNATE – Pasar Syariah yang berlokasi di Kelurahan Sasa, kecamatan Kota Ternate Selatan  terancam ditutup. Ini karena jumlah pedagang yang bertahan berjualan di pasar tersebut tinggal 9 orang. Sementara pedagang lainya memilih berjualan di depan rumah.

Akibatnya, daya beli di pasar menjadi sepi, karena pembeli lebih memilih membeli kebutuhan dapur di samping jalan, dari pada masuk di pasar. ” Seharusnya pemerintah menertibkan, agar semua dapat  berjualan di pasar, jadi bisa ramai kembali,” ujar Alwia salah satu penjual di Pasar Syariah.

Sebelumnya, di awal pasar ini dibangun, jumlah pengunjungnya cukup ramai, namun lama kelamaan jumlah pengunjung di pasar ini menjadi sepi dan daya belinya menjadi lesu. Bahkan, penjual ikan yang tadinya sekitar 20 orang lebih yang tersisa sekarang tinggal 2 orang. Penjual Barito (bawang, rica dan tomat) juga sama. Semua lebih memilih jualan di luar. Sementara bagi dia, lebih memilih jualan di dalam pasar, karena sudah dibangun pemerintah.

Bahkan pendapatan sebelum ada yang berjualan di depan rumah atau di samping jalan Biasanya bisa capai Rp 1 Juta – Rp 2 juta per hari. Kini, hanya menyentuh angka Rp 200 ribu – Rp 300 ribu per hari. Kadang dari pendapatan itu hanya kembali modal atau keuntungan bersih Rp 50 ribu. Modal yang dikeluarkan untuk beli barang jualan itu Rp 200 ribu dan penghasilan Rp 200 ribu. Artinya, tidak ada keuntungan. Namun,  itu tetap dilakukan dengan harapan bisa ada keuntungan.

Penjual Barito itu menuturkan, jika  pendapatan yang anjlok itu juga berpengaruh pada pembayaran retribusi pasar. “ Ada yang tidak bayar pajak sampai 1 tahun, karena mau bayar pakai apa, kalau pendapatan tidak ada,” ujarnya.

Nela pedagang lainnya menambahkan, daya beli di Pasar Syariah Sasa, memang sangat sepi. Selain maraknya penjualan di samping jalan. Akibat lainnya adalah adanya Covid-19. Jadi pendapatan makin terpuruk. (nas)

Berita Terkait