Puluhan Rumah di Morut Rusak Dihantam Abrasi

Rumah warga yang rusak akibat dihantam abrasi

DARUBA – Sebanyak 30 rumah di Desa Buhobuho dan Desa Hino Kecamatan Morotai Utara (Morut) Kabupaten Pulau Morotai, rusak parah dihantam abrasi.

Keterangan warga setempat, sejak sebulan terakhir abrasi mulai mengancam dua Desa tersebut. Namun puncaknya, terjadi pada saat air pasang dalam seminggu terakhir ini, hingga mengakibatkan 30 rumah mengalami kerusakan serius. Bahkan, ada sebagian rumah yang  dapurnya sudah rusak akibat dihantam air pasang.

“Kami mohon kepada Pemda Kabupaten Morotai agar bisa bangun talud biar rumah kita bisa aman dari ombak,”  kata  warga yang terdampak. Hal yang sama juga diutarakan anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai dari Fraksi Partai PDI-P, Hean Rakomole.

Ia berjanji akan membantu warga yang terdampak, untuk bisa mendapat bantuan dari pemerintah daerah Kabupaten Pulau Morotai.

“Tadi saya sudah koordinasi dengan Dinas PU Kabupaten Pulau Morotai dan  saya juga sudah meminta bantu kepada teman-teman DPRD Provinsi Maluku Utara Dapil Morotai, agar masalah abrasi di Desa Hino – Desa Buhobuho  bisa didorong  ke Dinas  terkait di Provinsi Maluku Utara,”  ungkap Hean Rakomole. 

Dari data yang ia  peroleh bahwa  pesisir pantai Desa Hino–Desa Buhobuho yang perlu dibangun talud penahan ombak  sepanjang satu kilometer. Totalnya panjang sekitar dua kilometer, sementara satu kilometer sudah dibangun, sisanya  itu  yang saat ini terdampak abrasi.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Kabupaten Pulau Morotai, Abubakar A Rajak ketika dikonfirmasi mengatakan masalah abrasi di Desa Hino sudah diusulkan ke Kementerian PUPR. “Usulannya 400 meter dengan anggaran Rp 16 miliar,” ungkap Abubakar A Rajak. 

Skema pembangunannya akan dibuat seperti talud Buhobuho yang dibangun oleh Balitbang Kementerian PUPR. Tapi ini volumenya sedikit lebih kecil tapi dijamin aman. Kalau kita ikut model yang dibangun Balitbang nilainya terlalu besar, karena  permeter Rp 40 juta, kalau yang kita usul ini permeter  Rp 20 juta.

Intinya semua talud yang dibangun di Kabupaten Pulau Morotai nantinya mengunakan model susun batu, tanpa mengunakan  material beton. (fay)

Berita Terkait