Kawasan Strategis Obi Mulai Disiapkan

Sekprov Malut

SOFIFI – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut), Rabu (2/9) mulai membahas persiapan rancangan pembangunan kawasan strategis di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, sebagai salah satu dari 10 kawasan strategis Indonesia.

Usai rapat di kantor Gubernur, Sofifi. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Malut Samsudin A Kadir mengungkapkan, dari 10 kawasan strategis Indonesia, Kecamatan Obi masuk di dalamnya. 10 kawasan strategis itu akan dilakukan pengaturan tata ruang dan peruntukanya yang rinci dalam bentuk Peraturan Daerah.

“Sehingga Pemprov sudah mengundang Pemkab Halsel agar itu menjadi pedoman bagi penyelenggaraan pembangunan yang dilaksanakan di Pulau Obi,” katanya.

Kata dia, saat ini masih dilakukan perencanaan pola tata ruang, mulai dari pembangunan jalan, aspek perikanan, pertanian dan sebagainya. Setelah menyusun itu, baru pihaknya mengundang Pemkab Halsel untuk mengkonsultasikannya. “Apabila semua disepakati, kemudian di Perda-kan, sehingga orang nanti mengikuti apa yang di Perda-kan,” ungkapnya.

Samsudin mengaku, pembicaraan saat ini baru pada tahap tata ruang, maka ruang yang difokuskan ada fungsi ruang, industri dan pemukiman. Itu akan dibagi. “Jadi kita harus membuat pemetaan, makanya harus dilakukan kajian, dihitung kira-kira dalam waktu 25 tahun  jumlah penduduk berapa, berarti kita harus alokasikan ruang untuk pemukiman, kita harus  mengalokasikan pemanfaatan pertumbuhan pangan, pertanian untuk industri dan sebagainya harus kita siapkan,” ungkapnya.

Sekprov menjelaskan, mengenai industri yang berkembang di Obi, nanti akan berdampak pada jumlah pekerja. Sehingga aktivitas jual beli di daerah itu pada masa datang seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, maka harus dirancang sejak awal.

Apalagi Kecamatan Obi merupakan daerah industri. Tentu saja ini menjadi perhatian Pemerintah Pusat dan akan ada proyeksi strategis Negara di Kecamatan Obi, sehingga bisa berdampak pada investasi juga di kawasan Obi.

“Kalau yang menjadi proyek strategis Negara, itu kan biasanya ada juga perhatian negara disitu, seperti kawasan industri di Weda kemudian ada jalan nasional ke patani dan sebagainya, itu karena pengaruh dari proyek strategis industri dan sebagainya, sehingga mereka mau turun bikin apa sudah jelas tempatnya di mana itu tujuannya,” jelasnya. (nas). 

Berita Terkait