DARUBA – Satu pasien reaktif yang dirawat di RSUD Kabupaten Pulau Morotai berinisial SK (26), asal Desa Lusuo Kecamatan Morotai Utara, meninggal dunia, Sabtu (12/9) malam.
Sebelumnya SK sempat dirawat di Puskesmas Berebere, karena kesehatannya terus memburuk terpaksa SK dirujuk ke RSUD Kabupaten Pulau Morotai.
Informasi yang dirangkum Fajar Malut, pasien wanita itu meninggal dunia pada pukul 17.30 WIT di RSUD Morotai. Sebelumnya, SK sempat dirawat di Puskesmas Berebere, karena kesehatan terus memburuk SK dirujuk ke RSUD, Rabu (9/9).
Hasil diagnosa dokter di RSUD Morotai, bahwa SK mengidap penyakit suspec TBC dan mengarah ke suspec Covid-19, sehingga dirawat di ruang isolasi khusus. Bahkan, selama perawatan di RSUD Morotai, SK dilayani dengan protokol kesehatan oleh petugas medis, karena dari hasil rapid test SK sudah dinyatakan reaktif.
Saat jenazah SK hendak dipulangkan sempat terjadi perdebatan antara pihak keluarga pasien dan petugas. Para petugas menyarankan ke pihak keluarga, agar jenazah SK dimakamkan dengan protokol kesehatan, namun pihak keluarga pasien menolak dan ingin memakamkan almarhumah secara agama.
Melalui perdebatan panjang, petugas akhirnya mengalah. Tetapi agar tidak disalahkan di kemudian hari, petugas meminta pihak keluarga pasien agar menandatangi surat pernyataan dengan pihak RSUD Morotai.
Jenazah almarhumah akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya, di Desa Lusuo pada pukul 23.45 WIT, dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
dr Novindra Humbas ketika dikonfirmasi membenarkan, ada pasien reaktif yang meninggal di RSUD Morotai. “Iya ada warga yang dirawat dengan protokol Covid, dan kemarin malam meninggal dengan gejala ke arah Covid, rapid tes reaktif. Sudah di swab tapi hasilnya belum keluar,” kata dr Novindra Humbas.
Ditanya apakah alhamrhumah dimakamkan dengan protokol kesehatan, ia mengatakan, hal itu tidak disetujui oleh keluarga SK. “Untuk proses pemakaman maunya kami untuk dimakamkan cara protokol Covid, tapi keluarga tidak menyetujuinya,” ungkap Novindra Humbas. Untuk hasil swebnya, tambah Novindra, sejauh ini belum keluar. “Mungkin sehari dua ini baru ada hasilnya,” tandasnya. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

