LABUHA – Habis manis sepah dibuang. Setidaknya kalimat ini pantas dialamatkan kepada Kepala Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan, Slamet Ak. Bagaimana tidak?, selama bertahun-tahun mengabdi di Halsel, belakangan ini Slamet mulai terusik.
Buktinya, ruang kerjanya dipalang oleh stafnya sendiri. Kejadian yang baru pertama ia rasakan sejak bertugas di Bumi Saruma itu. Aksinya palang ruang kepala Inspektorat Halsel ini dilakukan pada Minggu (20/9/2020) sekitar pukul 18 : 30 WIT. Pintu ruang kerja Slamet dipalang menggunakan empat lembar papan dengan panjang 4 meter.
Sudah dipalang, dinding ruang juga ditulis; Maaf jabatan inspektorat telah berakhir SK. Net kami butuh pimpinan baru.
Meski belum diketahui motif aksi itu, namun beredar kabar ruang kepala Inspektorat dipalang buntut dari tidak kembalinya ke instansi semula, yakni pegawai Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan memilih masih bertahan di Halsel.
Kepala Inspektorat Halsel Slamet Ak Senin (21/9/2020), mengaku tidak bisa menduga latar belakang dari kejadian pemalangan ini. “Mungkin banyak dugaan, tapi saya tidak ketahui,” kata Slamet.
Slamet menyebut, sebelum pintu ruang kerjanya dipalang stafnya, salah satu pegawai inisial LU mengatakan aksi mereka sudah diberitahukan ke Bupati Bahrain Kasuba, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nurlela Muhammad dan Sekretaris Daerah Helmi Surya Botutihe.
“Keterangan LU, aksi palang pintu inspektorat ini sudah diketahui bupati, ibu bupati dan sekda,” ungkap Slamet.
Tak mau berpolemik, Slamet memilih melaporkan ke Polres Halsel dengan tuduhan pengrusakan fasilitas negara. “Saya sudah laporkan, perkembangan selanjutnya diserahkan ke polisi,” ujar Slamet. (nan)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

