Jumlah Janda dan Duda di Morsel Meningkat

Janda dan duda (ilustrasi)

DARUBA – Kasus perceraian rumah tangga di Kecamatan Morotai Selatan (Morsel) mulai tak terbendung.  Periode Januari sampai September 2020 sudah terjadi 43 kasus perceraian.

Berdasarkan data Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Morsel, sejak Januari sampai  September 2020, sudah terjadi 43 kasus perceraian, ada yang sementara  proses persidangan  dan ada  sudah selesai disidangkan di Pengadilan.

Kepala KUA Kecamatan Morotai Selatan, Jalil Nake saat di konfirmasi, Selasa (22/09/20), membeberkan, di tiga bulan pertama (Januari-Maret 2020), KUA Morsel sudah menerima 20 pendaftaran perceraian. “Kita melakukan mediasi, setelah dilakukan mediasi hasil sidang tinggal 17 orang,” ungkap Jalil Nake.

Pada bulan April-September 2020 pendaftaran perceraian kembali meningkat. Bahkan, sampai 30 pengaduan yang diterima. Dari hasil mediasi, hanya 26 pengaduan yang masuk ke meja persidangan. “Jadi total keseluruhan yang disidangkan perceraian 43 pasangan,” terang Jalil.

Tahun 2019 sebanyak 30 orang janda dan duda, sedangkan tahun ini sebanyak 33 orang. Jadi total jumlahnya 63 orang janda dan duda yang belum memilik pasangan. Sementara  Desa yang paling banyak mencetak janda dan duda yaitu Desa Totodoku, Desa Daruba dan Desa Gotalamo.Faktor terjadinya perceraian adalah faktor ekonomi dan cemburuan sosial.

Faktor ekonomi sekitat 45 persen, sedangkan perselingkuhan atau kecemburuan sosial sudah berkisar 60 persen untuk  di Kecamatan Morsel. Perceraian ini paling banyak pada usia 20-30 tahun, yaitu dikisaran 75 persen dari presentasi kasus yang ada. Sisanya 25 persen  usia di atas 30-40 tahun. (fay)

Berita Terkait