Pandangan Tokoh Muslim Terkait Imam Masjid Ketua Sidang Sinode

Habib Fachrul Fajri Al-Hamid

DARUBA – Salah satu tokoh muslim Pulau Morotai, Habib Fachrul Alhamid, turut memberikan tanggapan atas ditunjuknya Ketua Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Pulau Morotai Hi Din Aswan sebagai Ketua Panitia Sidang Sinode ke XXIX GMIH Pulau Morotai tahun 2022.

Fachrul yang juga tokoh muslim dari Alkhairat itu meminta agar Din Aswan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Panitia Sidang Sinode. “Minimal dia harus undur dari kepanitiaan Sinode dan kalau mundur dari imam kurang pas,” katanya kepada awak media, Rabu (11/11/2020).

Menurutnya, Din Aswan adalah tokoh agama di Morotai. Ia juga sebagai imam di Desa Muhajirin. Maka dengan pertimbangan itu, Din diminta untuk melepaskan jabatannya dari kepanitiaan Sinode.

“Beliau ini kan orang yang ditokohkan didalam masyarakat, apalagi dalam peranan sebagai Imam Masjid, ketika dia berbuat sesuatu, dia harus melihat dampaknya terhadap masyarakat. Apakah dengan jabatan tersebut masyarakat menerima ataukah tidak?. Karena Imam itukan jabatan sosial dalam artian masyarakat yang mengangkat beliau. Jadi, beliau harus berpikir baik-baik dulu di saat mengambil jabatan tersebut,” pintanya.

Secara pribadi, kata Fachrul, sangat menyayangkan dengan sikap yang diambil oleh Din, karena tidak mempertimbangkan aspek sosial di masyarakat.

“Jadi sikapnya kami secara pribadi saya cukup menyayangkan dan menyesalkan. Paling tidak Pak Hi Din ini harus bisa melihat pesikologi masyarakat di Morotai yang memang tidak terbiasa dengan kegiatan yang seperti ini,” ucapnya.

“Walaupun dia sudah meminta persetujuan dari pertimbangan dari Wilayah ataukah Pusat. Tapi, kan dia tidak paham dengan wilayah psikologi masyarakat Pulau Morotai. Seharusnya beliau lebih bijaksana untuk mengambil langka. Karena ini bisa memicu kepada perpecahan antara umat beragama.

Tapi, kalau umpamanya sampai menjabat ketua Panitia Pelaksana Sinode, inikan dalam artian bahwa sudah terlalu kebablasan, karena ini bukan acaranya kita dan kita tidak paham acara kegiatan-kegiatan itu ada didalam,” papar Habib.

Ia juga menyentil terkait niat Bupati Morotai Banny Laos yang menunjuk Din sebagai Ketua Panitia yang tujuannya dalam rangka untuk toleransi antara umat beragama.

Tapi, jika seperti yang saat ini terjadi justru ini menjadi perpecahan, bukan lagi toleransi. Karena toleransi dalam Islam sendiri juga sudah ada, bahkan terdapat batasannya. Kenapa tidak diberikan saja orang-orang nasrani yang mungkin lebih paham dari agenda-agenda acara mereka. Karena didalam sidang itu, pertama pasti ada dinamika didalamnya, ya mungkin ada hal-hal yang menjadi rahasia-rahasia Sinode yang mungkin tidak perlu orang luar itu dia tahu,” tuntas Habib. (fay)

Berita Terkait