Pembangunan Pelabuhan Hiri Asal Jadi

Fondasi bangunan yang dibangun

TERNATE – Pembangunan pelabuhan Hiri dengan item pembangunan kantor pelabuhan Hiri yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 200 juta oleh Dinas Perhubungan Kota Ternate, asal jadi. Buktinya, pembangunan yang awalnya direncanakan untuk bangun baru, justru yang terjadi hanya renovasi bahkan ruang tunggu yang awalnya sudah ada di bongkar dan disambungkan fondasi. Hal ini membuat warga Hiri protes.

Koordinator Warga Hiri Wawan Ilyas mengatakan, sesuai item kegiatan di Dinas Perhubungan yakni ruang tunggu, perencanaan dan pelabuhan. Saat ini mestinya ruang tunggu yang dibangun, namun justru dibangun kantor perhubungan, dan sesuai dengan hasil pantauan mereka ruang tunggu lama dibongkar.

“Kami berpikir ketika di bongkar ruang tunggu nanti dibangun baru, tapi justru tidak begitu. Tapi malah hanya menyambungkan fondasi, padahal di nomenklaturnya pembangunan kantor pelabuhan di Sulamadaha dengan anggaran Rp 200 juta, tapi yang ada terkesan hanya renovasi, karena fondasi lama tidak dibongkar tapi hanya disambungkan saja,” kesalnya.

Dia menduga, ini ada indikasi kalau tidak ada keinginan membangun baru, tapi justru renovasi, karena konstruksi tiang juga tidak dirobohkan.

“Jangan-jangan tiang itu mau digunakan lagi, padahal sudah bertahun-tahun dan besinya juga hancur termakan usia, jadi asal-asalan,” terangnya.

Pihaknya, kata dia, tidak menginginkan pembangunan pelabuhan Hiri tahap awal ini asal jadi, sehingga pagi kemarin pihaknya mendatangi Dinas Perhubungan.

“Kami minta pekerjaan yang ada sekarang dihentikan, dan kami akan hering ulang dengan Dinas PU, Dinas Perhubungan dan Walikota. Kami minta kejelasannya setidaknya bukti dokumen perencanaan itu kami lihat dulu, karena perencanaan yang sekarang tidak sesuai dengan exciting, bahkan kami minta tapi mereka alasan ada di laptop, pokoknya pekerjaan dihentikan sementara dan kami masukan surat hearing ke walikota,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Ternate Fachrudin Ginting dikonfirmasi mengatakan, pihaknya baru mengetahui informasi itu Senin pagi setelah perwakilan warga Hiri datang ke kantor.

“Besok (hari ini, red) kami panggil kontraktornya untuk menghadap di kantor,” ungkapnya.

Sebab kata dia, proses pekerjaan itu harus menyesuaikan dengan RAB bukan terkesan asal-asalan. “Karena itu harus dibangun baru bukan renovasi, tadi baru kami tahu jadi besok kami panggil kontraktornya,” tutupnya.(cim)

Berita Terkait