SANANA – Seorang pengurus masjid di Desa Wailab, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Daiman Umanailo diduga mabuk dan mengancam mau membunuh Rustam Umagapi.
Dugaan pengancaman ini karena Rustam tidak mengikuti kandidatnya, yakni pasangan calon (Paslon) Hendrata Thes dan Umar Umabaihi (HT-Umar). Akhirnya, Rustam tak puas kemudian melaporkan Daiman ke Polres Kepsul.
Bukan hanya ancaman membunuh, tetapi ada bahasa kotor yang dikeluarkan oleh Daiman. Salah satunya adalah caci maki. Rustam yang didampingi penasehat hukumnya, Kuswandi Buamona telah melaporkan masalah ini pada Sabtu (28/11/2020). “Iya, saya diancam oleh Daiman. Malam itu terjadi pada Rabu (25/11/2020) dini hari. Daiman dalam keadaan mabuk berat,” kata Rustam, Minggu (29/11/2020).
Malam itu, Rustam mengatakan, Daiman mengamuk di depan rumahnya. Tetapi, dirinya tidak mau keluar dari rumah. “Kalau saya keluar berarti akan terjadi perkelahian antara saya dengan Daiman. Saya memilih berdiam di dalam rumah,” ujarnya.
Dalam laporan itu, dia menambahkan, bukan hanya pengancaman. Tetapi termasuk juga pencemaran nama baik, karena di kejadian itu Daiman telah mengeluarkan kata-kata yang tidak sewajarnya. “Tidak hanya pengancaman, namun ada juga pencemaran nama baik,” ucap Rustam. (nai)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

