Karyawan PT. IWIP Alami Laka Kerja

Korban kecelakaan kerja

WEDA – Kecelakaan kerja kembali menimpa karyawan PT. Indonesia Wedabay Industrial Park (IWIP). Nasib naas itu kali ini menimpa Iksan Yahya pekerja asal Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Gane Barat.

Korban mengalami kecelakaan kerja ditempat dimana korban ditugaskan dibagian feronikel pembuangan limbah.

Kecelakaan tersebut korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Chasan Boesoerie Ternate karena korban mengalami luka bakar dibagian tangan kiri dan tulang kaki kanan patah serta luka parah dikedua kakinya.

Korban saat dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Chasan Boesoerie, Ternate menceritakan kronologis kejadian ditempat tugasnya, di bagian feronikel pembuangan limbah, kata dia, kejadian sekitar pukul 23.00 Wit (malam, sabtu 30/01/21) ketika dirinya lagi membersih kotoran mesin pengolahan nikel, tiba-tiba temannya asal warga Negara China menghidupkan mesin.

“Saya sudah bersuara tetapi orang china itu menyalakan, insiden itu berawal dari situ, sehingga kedua kaki saya luka dan kaki kanan saya patah, serta tangan kiri saya luka bakar,” kata Iksan.

Mengetahui kejadian tersebut rekan kerjanya bergegas membawa korban dari Lelilef menuju ke RSUD Chasan Boesoerie. Sebelumnya, korban bermalam di Sofifi Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, barulah sekitar pukul 08.00 Wit korban dibawa ke RSUD CB Ternate.

Korban yang baru saja bekerja satu bulan dengan masa kontrak 1 tahun ini, berharap pihak perusahan harus membiayai pengobatan selama di rumah sakit serta masa kontraknya tidak boleh dihentikan.

“Sebab kata Ibu Dokter, sampai sembuh itu 2 bulan, karena kaki bagian kanan saya patah,” ucapnya. Terpisah Humas PT. IWIP Agnes Megawati membenarkan adanya laka kerja tersebut.

“Benar karyawan tersebut mengalami kecelakaan dan pihak perusahaan dengan segera memberikan pertolongan  mengirim korban ke RSUD Chasan Boesoerie, Ternate,” akunya. “Perihal penyebab kecelakaan, saat ini tim HSE sedang melakukan investigasi,” ungkap Agnes.

Lanjutnya, saat ini masih diinvestigasi  tentang kebenaran keterangan korban tersebut. “Kita masih investigasi  di internal perusahaan, belum melibatkan pihak lain, baik dari kepolisian. Biasanya dari tim HSE internal investigasi dahulu kalau memang ada bukti mengarah ke tindakan kesengajaan akan dilaporkan ke pihak kepolisian,” terangnya.

Saat ini masih dalam investigasi internal. Agnes juga mengaku, apa yang dikatakan korban tentang pengobatan, pihak perusahan dengan segera mengirimkan korban ke RSU CH di Ternate, adalah bentuk tanggung jawab perusahaan,” tutupnya. (udy) 

Berita Terkait