Sampah Menumpuk, DLH Salahkan BPKAD

Tumpukan sampah di jalan

TERNATE – BPKAD dituding sebagai penyebab tidak terangkutnya sampah dalam kota Ternate dalam beberapa hari ini, karena tidak membayar hutang BBM di pihak ketiga,  akibat sampah yang sudah menumpuk dan sudah menimbulkan bau menyengat dan  membuat warga RT 01/RW 01 Kelurahan Salahudin, kecamatan  Ternate Tengah, memblokade jalan dengan tumpukan sampah, pada Senin (08/02/2021).

Akses jalan yang melalui lokasi itu ditutup warga, karena tumpukan sampah yang hampir sepekan tidak pernah diangkut oleh  Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate.

Boy Fataha Andres, perwakilan warga mengatakan, aksi ini dilakukan karena warga sudah kecewa dengan masalah sampah, yang tidak diangkut, sehingga menimbulkan bau yang menyengat. “Sampah yang tidak diangkut ini sudah sangat meresahkan warga, karena baunya sangat menyengat dan ini bisa berakibat penyakit,” katanya

Menurutnya, tumpukan sampah ini sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir dan sampai ke badan jalan, namun tidak diangkut. “Ini tidak ada toleransi lagi, meskipun aksi ini hanya aksi kecil. Kalau ikut kemauan masyarakat itu sampah ini dibuang di kantor Walikota, karena bukan hanya sampah masyarakat, tapi ada juga bangkai hewan yang dibuang disini, sehingga baunya sangat menyengat,” ucapnya.

Dengan kondisi yang ada kata dia, membuat warga memblokade akses jalan karena tumpukan sampah sudah berhari-hari. “Kami berharap hari ini sampah sudah diangkut, kalau tidak diangkut maka akses jalan tetap di tutup,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate Tonny S. Pontoh dikonfirmasi terkait dengan aksi itu menyalahkan lambatnya keuangan, yang berakibat pada BBM mobil angkutan sampah tak bisa tersedia.

Meski begitu, dia enggan jika masalah ini kemudian DLH sebagai instansi teknis disalahkan, apalagi sampai menyalahkan bahkan dikaitkan dengan masa jabatan Walikota Burhan Abdurahman.

“Persoalan tak diangkut itu dikarenakan hutang BBM untuk transportasi pengangkut sampah belum juga dibayar ke pihak ketiga sebagai penyedia bahan bakar, mulai November-Desember 2020 hingga memasuki Januari-Februari 2021,” ungkapnya.

Namun untuk mengatasi itu pihaknya membijaki dengan mencarikan solusi sehingga sampah bisa terangkut. “Sekarang kalau saya sama staf saya harus bijaki, untuk apa anggaran yang ada di sana  (BPKAD),” tegasnya.

Menurutnya, dalam sepekan BBM untuk angkutan sampah itu dibutuhkan sebanyak tiga ton, sehingga diharapkan sistem yang ada saat ini segera teratasi, dan dia juga menyebut agar tidak kaku dengan sistem yang tersedia saat ini.

“Ini kan pelayanan dasar, jadi saya minta tolong dibayarkan (BBM). Retribusi sampah saja tara masuk di sini (DLH) masuk di Dispenda, kita sudah jalankan retribusi, tapi hari ini saya pastikan sampah yang ada itu kita sudah langsung angkut,” terangnya.

Terpisah, Kepala BPKAD Kota Ternate M. Taufik Jauhar dikonfirmasi mengatakan, untuk BBM pihaknya sudah membuka ruang melalui LS untuk bulan Januari tahun 2021 ini, tinggal pengajuannya dari DLH langsung dicairkan.

“Kalau hari ini mereka ajukan kita langsung bayar hari ini, tapi sampai sekarang ini belum diajukan ke kami,” katanya. Dikatakannya, yang bisa dicairkan itu BBM bulan Januari, sementara untuk bulan November dan Desember 2020 masih diproses sesuai dengan prosedur.

“Untuk besaran setiap bulan kita tidak tahu, karena tergantung pemakaian di bulan Januari, jadi kami tinggal menunggu kalau ada permintaan langsung kita cairkan, bahkan kami berikan solusi  kalau di Februari juga ada yang sudah digunakan bisa diajukan permintaan untuk kita cairkan melalui LS, karena ini urgen,” tutupnya.(cim)

Berita Terkait