Ujian Sekolah SMA/SMK Digelar Maret

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Malut, Imam Makhdy Hasan

SOFIFI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara (Malut) siap menggelar ujian sekolah tingkat SMA/SMK pada Maret mendatang. Rencananya,  ujian tersebut digelar 22 hingga 27 Maret  atau selama satu pekan.

Ini menyusul surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nomor 1 Tahun 2021 tentang pelaksanaan ujian sekolah yang dilaksanakan oleh satuan-satuan pendidikan atau daerah setempat. Pelaksanaan ujian tersebut bagi Dikbud Provinsi sendiri fungsinya hanya memantau.

Kepala Dikbud Provinsi Malut, Imam Makhdy Hasan mengaku, kementerian sudah mengeluarkan edaran yang menjadi acuan semua satuan pendidikan di setiap daerah untuk menggelar ujian. Namun perlu diperhatikan terkait pelaksanaanya dengan memperhatikan kondisi covid-19 di setiap satuan pendidikan atau daerah. Dinas provinsi kini telah menyusun petunjuk teknis ujian sekolah untuk diberlakukan kepada Dinas pendidikan, Cabang Dinas, dan Satuan pendidikan.

“Nantinya kita hanya monitoring dan membuat edaran pelaksanaan ujian. Kemudian cabang pendidikan berkoordinasi dengan satuan pendidikan untuk melaksanakan ujian sekolah masing-masing,” kata Imam kepada Fajar Malut, Selasa (16/2/2021).

Menurut dia, pelaksanaan ujian SMA sederajat terdapat alternatif bagi satuan pendidikan untuk memilih bentuk ujian sekolah yang disesuaikan dengan situasi covid-19 saat ini.

Pertama, bentuk ujian portofolio terkait evaluasi laporan nilai pendidikan mulai semester 1 sampai 6. Kedua, nilai sikap dan perilaku siswa. Ketiga, prestasi siswa. Keempat, penugasan yang sesuai kaidah-kaidah penilaian maupun ujian sekolah dalam bentuk ujian tertulis serta bentuk-bentuk penilaian lain. Ini berlaku untuk SMA.

Sementara untuk SMK ada ujian praktek yang wajib dilakukan karena bagian dari proses kelulusan. “Dalam edaran menteri itu juga dijelaskan model soal. Untuk Malut ada dua model soal yang nanti digunakan yakni pilihan ganda dan uraian atau essay,” ungkap Imam.

Kepala Seksi Kurikulum SMA Dikbud Provinsi Malut, Ramli Kamaluddin menambahkan, pelaksanaan ujian sekolah ini untuk jumlah soal mata pelajaran disesuaikan dengan tiga jurusan. IPS dan Bahasa itu pilihan gandanya sebanyak 40 soal ditamban dengan soal uraian 5 nomor. Jurusan IPA pilihan ganda sebanyak 35 ditambah soal uraian 5 nomor. Sementara mata pelajaran matematika pilihan ganda sebanyak 30 ditambah 5 soal essay.

Menurut Ramli, mekanisme pelaksanaan apakah secara daring, luring, dan atau tatap muka itu diserahkan ke masing-masing sekolah yang disesuaikan dengan kondisi daerah.

“Untuk Malut dari hasil pemantauan Dinas Provinsi semua sudah melakukan proses belajar tatap muka. Tapi, di beberapa sekolah seperti Kota Ternate, mereka melakukan tatap muka, tapi secara online,” katanya.

Sementara, lanjut dia, dalam aturan kementerian tentang penyusunan soal ujian sekolah diserahkan ke sekolah masing-masing. Namun ada sekolah-sekolahnya SDM terbatas dapat berkoordinasi dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) kabupaten/kota untuk menyusun secara bersama dibawa koordinasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), seperti tenaga guru yang terbatas selebihnya guru honor.

Total jumlah peserta ujian sekolah sebanyak 19.387 ribu orang yang terdiri dari 13. 337 ribu untuk SMA dan 5. 969 ribu untuk SMK, ditambah 61 siswa untuk SLB. “Prinsipnya ujian sekolah nanti Dinas Provinsi fungsinya hanya memantau,” ujar Ramli, sembari menyebutkan, pengumuman hasil ujian tanggal 3 Mei 2021. (dex/adv)

Berita Terkait