Kehadiran CV. Samalita di Desa Wailoba Ditolak

Alat berat milik perusahan

TERNATE – Pemuda Desa Wailoba, Kecamatan Mengoli Tengah, Kabupaten Kepulaun Sula (Kepsul) Karman Samuda, mengecam dengan adanya pendaratan alat berat yang telah siap beroperasi di kawasan hutan Desa Wailoba. Dirinya meminta kepada Kepala Desa Wailoba Idham Usia, bisa mengambil langkah penolakan.

Sebab, sebelumnya CV. Samalita sudah pernah beroperasi di Desa Wailoba sejak 2016 hingga 2018. Di mana, saat itu mereka mencoba menipu warga dengan modus membuka lahan perkebunan berupa cengkeh, pala di Desa Wailoba. Tapi mirisnya hal itu hanyalah kebohongan belaka. Saat ini mereka kembali dengan membawa alat berat dalam jumlah yang lebih banyak lagi.

“Saya selaku pemuda Wailoba menegaskan kepada Kades segera ambil langkah tolak perusahaan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat merugikan kita semua,” tegasnya.  Tidak hanya itu, mantan presiden mahasiswa STKIP ini mengungkapkan, sudah sejak lama hutan Wailoba terus di buru oleh koorporasi yang tidak bertanggungjawab.

Mulai dari purusahaan lokal hingga nasional. Sementara, rakyat Wailoba hanya mendapat gelombang kehancuran semata. “Kasihan perusahaan mengambil kayu berkualitas dengan mendapat uang milyaran rupiah. Sedangkan rakyat Wailoba menjerit dan pasrah hilangnya tenaman satu persatu di saat banjir melanda perkebunan mereka,” ungkapnya. 

Dengan adanya beragam problem seperti itu, Karman meminta kepada pihak panegak hukum agar memeriksa seluruh dokumen perusahaan maupun memanggil direktur perusahaan sekaligus memanggil Kepala Desa Wailoba untuk diperiksa. “Saya berharap pihak penegak hukum mulai dari Polisi, Jaksa agar memeriksa seluruh dokumen perusahaan dan panggil Kades Wailoba Idham Usia,” tutupnya. Hingga berita ini dikirim ke redaksi pihak perusahan belum dapat dikonfirmasi (one)

Berita Terkait