Minim Kepedulian, Sunan Agung Undur Dari PON

Sunan Agung

SOFIFI – Petinju terbaik asal Maluku Utara (Malut) Sunan Agung Amoragan menyurati Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut untuk mengundurkan diri dari tim Malut pada kejuaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke- XX di Papua, Oktober 2021 mendatang.

Surat pengunduran diri Sunan Agung yang ditujukan ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Malut dibubui tanda tangan diatas materai yang diposting melalui akun facebook Sunan Agung Amoragan, Senin 7 Juni 2021.

Bahkan dalam surat itu, atlet yang pernah meraih medali emas di PON 2016 Jawa barat, medali perungu di Kings Cup 2018 Thailand dan medali perunggu di Asean Games 2018 memilih hengkang dari Malut dan tak mau membela Malut di semua kejuaraan.

Alasan Sunan, lantaran minimnya perhatian dan dukungan dari Pemprov Malut melalui Dispora tentang ketidaksiapan mengikuti PON XX di Papua. “Dengan adanya surat ini saya bertujuan mengundurkan diri dari tim PON Malut dan sekaligus hengkang dari Maluku Utara (tidak lagi mengikuti kejuaraan yang mewakili Provinsi Maluku Utara),” kata Sunan dalam suratnya.

Menurut Sunan, minimnya perhatian dari Pemprov Malut menjadi alasan utamanya tak mau lagi menjadi bagian dari Malut di setiap turnamen. Selama ini, pemerintah dinilai tidak memperhatikan kesejahteraan atlet yang telah mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat Internasional.

Bahkan, gaji atlet pemusatan latihan daerah atau Pelatda PON Malut juga tidak jelas. Sebab saat ini gaji Pelatda PON dari Januari 2020 terhitung dari selesai Pra PON 2019 tidak diberikan dan tidak tahu berapa jumlah gaji (atlet) Pelatda PON Malut per bulan.

“Demikian surat pengunduran ini saya buat dengan sebenarnya tanpa ada intimidasi dari pihak manapun,” tulis Sunan dalam surat tersebut.(dex)

Berita Terkait