BOBONG – Salah satu warga Lede, Kecamatan Lede Kabupaten Pulau Taliabu yang meninggal dunia di Puskesmas Lede jumat (10/7/2021) dinyatakan positif Covid-19.
Pria paruh baya berdarah Jawa yang selama ini tinggal di kebun cengkeh sebagai pengepul daun cengkeh untuk penyulingan daun cengkeh yang diolah sebagai minyak cengkeh akhirnya dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes Swab yang dilakukan sebanyak dua kali berturut turut oleh tenaga medis setempat.
Almarhum berdasarkan identitas KTP atas nama Damto usia 65 tahun itu meninggal dunia setelah masuk di puskesmas selama 15 menit dan langsung dikebumikan di pemakaman desa Lede dengan menggunakan protap covid-19 pada hari itu juga.
Kepala Puskesmas Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu, Rukmini ketika dikonfirmasi fajar Malut via WhatsApp (10/07/2021) malam mengatakan, pasien baru masuk di puskesmas selama kurang lebih 15 menit untuk mendapatkan perawatan, namun pria yang memiliki gejala sesak nafas dan sakit maag itu langsung Meninggal dunia sebelum mendapat perawatan intensif dan berdasarkan hasil test Swab antigen yang bersangkutan positif Covid-19.
“Iya, benar tadi pasien baru masuk di puskesmas langsung meninggal dunia, baru sekitar 15 menit masuk ke Puskesmas langsung meninggal. Sebelum meninggal sempat di swab dan dia (pasien) positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test antigen, bukan tes PCR,” katanya.
Rukmini mengaku, pasien merupakan pelaku perjalanan dari luar daerah satu bulan yang lalu, dan telah tinggal di kebun tempat penyulingan cengkeh lalu sakit dengan gejala sesak nafas dan sakit maag kemudian dipulangkan di rumahnya di desa lede dan baru dilarikan ke Puskesmas setelah sehari berobat di rumah.
Parahnya lagi, tidak hanya pasien paruh bayah itu saja, Rukmini juga mengatakan bahwa sebanyak 9 tenaga medis di Puskesmas Lede saat ini telah dikarantina secara mandiri di rumah masing-masing akibat terpapar positif Covid-19 berdasarkan hasil Swab test antigen. 9 tenaga medis tersebut dinyatakan terpapar tanpa gejala.
Disamping 9 tenaga medis, sebanyak 7 orang warga kecamatan Lede terpapar Covid-19 tanpa gejala berdasarkan hasil Swab test antigen sejak satu pekan kemarin dan telah dikarantina secara mandiri sehingga kurang lebih tiga hari terhitung sejak 5 Juli lalu, Puskesmas Lede sedang disterilkan atau disemprotkan dengan menggunakan disinfektan.
“Selama tiga hari ini kita di puskesmas lede sedang disterilkan, karena sejumlah tenaga medis kita juga terpapar berdasarkan hasil test swab jadi sudah tiga hari ini kita semprot dengan disinfektan,” pungkasnya.
Membenarkan kejadian yang menghebohkan itu, Sekretaris Satuan Gugus tugas covid-19 Sutomo Teapon mengatakan, mulai Sabtu (11/07/2021) besok akan dilakukan Swab antigen secara masal di kecamatan Lede. “Besok (Sabtu) swab Masal di Lede,” tegas Kepala BPBD Kabupaten Pulau Taliabu.
Sebelumnya, baru terhitung dua hari lalu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu, Kuraisia Marsaoly menghimbau kepada aparat pemerintah desa maupun Kecamatan untuk dapat membantu pemerintah daerah dalam hal percepatan penanganan pandemi virus Covid-19 dengan melakukan vaksinasi yang digencarkan oleh pemerintah melalui tenaga kesehatan desa atau kecamatan masing.Himbauan tersebut ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu, Kuraisia Marasaoly melalui kegiatan sosialisasi vaksinasi massal kepada masyarakat dan pemerintah desa di kantor desa lede yang dihadiri oleh masyarakat desa dan apat Pemerintah Desa maupun Pemerintah kecamatan serta TNI-Polri. (bro)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

