Penderita Menurun, PPKM Diperpanjang

Jusuf Sunya

TERNATE – Sekretaris Kota Ternate, Jusuf Sunya mengaku, secara statistik angka penderita virus corona di Kota Ternate terus melandai. Ini disampaikan usai mengikuti rapat konsultasi bersama unsur pimpinan DPRD, Komisi dan Fraksi, Senin (26/7/21) pagi kemarin.

Kata dia, Pemerintah dan Satgas Covid-19 Kota Ternate terus melakukan upaya penanganan virus corona serta memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi. Namun karena masa PPKM sudah diperpanjang Pemerintah Pusat, sehingga di daerah hanya menyesuaikan saja.

“Ternate sekarang masuk kategori PPK level 3. Seharusnya dia level 4, tapi karena kita punya ini sudah melandai (mulai turun) berarti dia sudah masuk kategori orange, cuma belum dirapatkan oleh tim Pusdalok Pusat, jadi kita menyesuaikan,” katanya.

Menurut Yusuf, dengan status tersebut, sistem pendidikan di Ternate masih menggunakan sistem online atau daring. Nanti setelah ada perubahan penetapan zonasi dari Pusat, baru sistem belajar mengajar bisa disesuaikan. “Masih berlaku sistem belajar mengajar daring atau online,” kata Sekot.

Menurut dia, saat ini menurut statistik angka pasien Covid-19 di Ternate sudah melandai bahkan sudah mencapai angka 16 persen. “kalau di atas 22 persen itu kategori merah. Kita sudah 16 persen itu sudah luar biasa,” ucapnya.

Jusuf juga menjelaskan, sekarang ada banyak informasi hoaks mengenai vaksinasi yang berseliweran di publik, itu juga sudah diluruskan kepada pimpinan legislatif. “Tidak ada maksud Pemerintah mencelakakan rakyatnya sendiri. Informasi yang bias itu yang kita luruskan. Vaksin itu dalam rangka kita membentuk hard imuniti, kekebalan masyarakat dalam sistem imun,” jelasnya.  “ Orang yang sudah divaksin juga berpeluang untuk tertular Covid-19, apalagi yang tidak di vaksin. Karena itu vaksinasi dianjurkan untuk menjaga kondisi agar imun tubuh lebih bagus,” singkatnya.

Sedangkan ketua DPRD Kota Ternate, Muhajirin Bailusy menjelaskan, DPRD prinsipnya meminta Pemerintah dan Tim Satgas perbanyak membangun kesadaran masyarakat mengenai manfaat vaksinasi. Kata dia, harus ada sosialisasi yang massif.

Caranya dibuat skemanya, sehingga bisa menyentuh sampai ke Kelurahan dan RT/RW. “Jadi RT kemudian stakeholder yang lain dilibatkan agar mereka menyampaikan, tetapi penyampaian itu disampaikan lewat pendekatan kesehatan dan keagamaan. Jadi dokter atau tenaga medis menjelaskan vaksin itu dari aspek kesehatan tidak berbahaya, kemudian dari pendekatan keagamaan juga sudah direkomendasikan tidak mengandung apa-apa, sehingga tidak ada kontroversi,” jelas Muhajirin.

Kendati demikian, hingga kini anggota DPRD Kota Ternate banyak juga yang belum melakukan vaksinasi. “Sudah ada beberapa yang vaksin, tapi ada juga yang belum, kita usahakan supaya semua bisa vaksin,” aku Muhajirin.

Sementara itu, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Ternate kembali diperpanjang oleh Pemerintah Kota Ternate. Perpanjangan ini  guna menekan lonjakan kasus virus Corona (Covid-19).

Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Ternate, M Arif Gani menjelaskan, PPKM diperpanjang untuk mengikuti instruksi Presiden Joko Widodo, karena untuk nasional hingga 2 Agustus 2021, dan untuk Kota Ternate hingga 8 Agustus mendatang.

Menurut Arif, apabila mengikuti kriteria evaluasi dari pusat, Kota Ternate sudah masuk zona orange, namun dari pusat belum melakukan rapat, sehingga Kota Ternate masih berada pada zona merah. “ Kami menunggu hasil evaluasi dari pusat, karena kalau ikut kriteria kita semestinya sudah zona orange, hanya saja kita harus tunggu mereka di pusat rapat mingguan dulu untuk laporan kasus dari tiap-tiap daerah,” jelas Arif, Senin (26/07/2021) usai rapat dengar pendapat dengan DPRD Kota Ternate.

Meski masih di zona merah, kata Arif namun masyarakat Kota Ternate tetap ikhtiar, menjaga kesehatan, dan patuh pada protokol kesehatan.“ Mudah-mudahan kita bisa kendalikan kasus Covid-19 yang ada di Kota Ternate ini, dan kita tidak perlu perpanjang lagi begitu,” harapnya. (nas)

Berita Terkait