TIDORE – Menyikapi masalah banjir di dusun Toburo, desa Kusu Kecamatan Oba Utara yang terjadi belum lama ini, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dibawah Pimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen mulai bertindak cepat untuk menangani masalah tersebut.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan kemudian bekerjasama dengan pihak ketiga untuk menurunkan alat berat berupa eksavator, guna melakukan pengerukan terhadap kedangkalan sungai Toburo yang dianggap menjadi dalang atas meluapnya air ketika hujan.
“Hari ini mungkin alatnya sudah diturunkan ke lokasi, jadi sungai di Toburo itu memiliki banyak lekukan yang sudah mulai dangkal, sehingga warga mengharapkan agar kedangkalan itu bisa digaruk lebih dalam supaya ketika turun hujan itu airnya bisa mengalir sesuai jalur,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Tikep, Abdurrahim Achmad saat ditemui di depan Aula Kantor Walikota, Kamis, (03/09/21).
Lebih lanjut, Abdurrahim mengatakan terkait dengan banjir yang terjadi di dusun Toburo berapa hari lalu, tidak ada korban jiwa, hanya saja terdapat sedikit kerusakan hampir di setiap rumah warga akibat tergenangnya air. “Untuk makanan dan kebutuhan lain-lain tidak terlalu bermasalah,” tambahnya.
Banjir di dusun Toburo ini, kata Abdurrahim sebelumnya bermula dari adanya longsor di belakang dusun Toburo yang jaraknya kurang lebih sekitar 3 hingga 4 kilometer. (ute)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

