Distan Siap Bersinergi Kembangkan BUMDes

Imran Jasin

TIDORE – Upaya menghidupkan potensi desa dengan memanfaatkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk bergerak di sektor pertanian.

Dinas Pertanian (Distan) Kota Tikep siap bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kota Tikep, untuk membangun kerja-kerja kolaborasi guna terwujudnya kesejahteraan masyarakat menuju Tidore Jang Foloi sebagaimana cita-cita besar Walikota, Ali Ibrahim dan Wakil Walikota, Muhammad Sinen.

“Dari dulu memang kita harapkan keberpihakan BUMDes ini bisa bergerak di sektor pertanian, jadi apabila di desa itu punya potensi pertanian, maka anggarannya harus diarahkan ke pertanian, namun kalau potensinya lebih ke perikanan, anggarannya juga harus diarahkan ke perikanan, sehingga program yang dikerjakan bisa tepat sasaran,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kota Tikep, Imran Jasin saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini.

Untuk itu, Imran berharap jika kedepannya, kerja-kerja kolaborasi lintas sektor dalam menghidupkan peran BUMDes di Kota Tidore Kepulauan, dapat berjalan dengan baik, sehingga dalam penyusunan rencana kerja BUMDes, itu benar-benar menghidupkan potensi yang ada di desa.

“Masyarakat Tidore inikan sekitar 80 persen itu petani dan nelayan, sehingga penting untuk kita berkolaborasi. Untuk di pertanian, kami punya penyuluh di setiap desa dan kelurahan, untuk itu kami sangat mendukung dan membantu DPMD untuk menghidupka peran BUMDes,” tambahnya.

Lebih lanjut, Imran mengatakan, di desa Somahode dan Bukit Durian memiliki petani yang mengelola minyak kelapa putih, mereka ini dibina oleh BPTP. sehingga BUMDes yang terdapat di desa tersebut tinggal diarahkan untuk memanfaatkan potensi minyak kelapa putih sebagai produk pertanian yang akan dikelola oleh BUMDes.

Selain dua desa itu, kata Imran, untuk desa-desa yang berada di daratan Oba juga memiliki potensi dalam mengelola kopra, hanya saja ia berharap pengelolaan kopra diarahkan pada kopra putih yang memiliki nilai jual yang cukup besar.

“Ada juga potensi sayur-sayuran, bawang, rica dan tomat yang ditanam oleh petani, hal ini tinggal BUMDes melakukan kerjasama dengan Disperindagkop untuk mebicarakan terkait dengan ketersediaan pasar, sehingga dengan begitu, dapat mempermudah masyarakat yang ada di desa,” tuturnya. (ute)

Berita Terkait