LABUHA – Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan sudah menghabiskan anggaran Rp 2,25 miliar untuk proyek air bawah tanah. Sayangnya, proyek sumur bor yang dibangun sejak tahun 2020 sia-sia.
Pasalnya, proyek sumur bor yang terletak di sebelah kanan jalan SMP Negeri 6 Halsel dengan menggunakan sumber anggaran penyertaan modal dari pemerintah pusat terpaksa dihentikan karena kualitas airnya tidak layak dikonsumsi.
Direktur PDAM Halsel Soleman Bobote mengaku proyek tersebut dikerjakan oleh Direktur sebelumnya. “Kalau proyek air bawah tanah tahun 2020 itu masih jaman Direktur lama, bukan saya,” kata Soleman Rabu, (03/11/2021) kemarin.
Alasan proyek itu tidak bisa difungsikan karena kualitas air bawah tanah di lokasi tersebut tidak bagus karena kadar besinya sangat tinggi dan dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi.
“Dahulu kami pernah lakukan pengeboran di depan SMPN 2 Bacan kemudian pindah ke areal RSUD Marabose hasilnya sama tidak bisa di konsumsi karena rata-rata air di Halsel mengandung kadar besi tinggi ketika berada pada kedalaman 70 meter,” ungkapnya. Meski begitu, kata dia, anggaran proyek masih tersisa Rp 400 juta lebih dari total nilai proyek Rp 2,25 Miliar. (nan)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

