Kebakaran Eks Kantor Gubernur Irian Barat Diselidiki

Walikota dan Wakil Walikota serta sejumlah pimpinan OPD meninjau lokasi kebakaran

TIDORE – Peristiwa naas kembali menimpa gedung bersejarah eks kantor Gubernur Provinsi Irian Barat yang saat ini telah dijadikan sebagai Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 (Smansa) Tidore, Akibat terjadinya kebakaran pada Senin, (15/11/21) pukul 03:00 dini hari.

Peristiwa itu, membuat dua gedung milik SMA Negeri 1 yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya, ikut ludes dilahap si jago merah, tanpa diketahui penybabnya. Meski begitu, dugaan sementara atas kebakaran tersebut diakibatkan terjadinya arus pendek atau korsleting listrik. Pasalnya, jaringan listrik yang digunakan pada bangunan tersebut sudah cukup lama dan belum digantikan instalasinya, melainkan sebatas dilakukan penambahan daya listrik.

“Kami belum tau pasti penyebab kebakaran yang terjadi, namun saat ini dari pihak kepolisian sudah ambil alih dan melakukan penyelidikan. Dugaan sementara, kebakaran itu akibat arus pendek atau korsleting pada jaringan listrik. Karena waktu kebakaran itu terjadi saat malam hari, sehingga tidak ada aktifitas disana,” ungkap Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Tikep, Yusuf Tamnge saat dikonformasi, Senin, (15/11/21).

Setelah mendapatkan laporan atas peristiwa tersebut, kata Yusuf, petugas pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lapangan untuk memadamkan api yang sementara melahap sejumlah gedung di SMA Negeri 1 Tidore. Aksi pemadaman dilakukan selama dua jam, mulai dari pukul 03.00 hingga 05.00 Wit pagi, dengan menggunakan dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil suplai (tangki).

“Alhamdulillah setelah petugas diturunkan, mereka akhirnya berhasil memadamkan api selama dua jam, sehingga kebakarannya tidak meluas sampai pada ruang belajar siswa, petugas yang diturunkan itu sebanyak 27 orang,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk kerusakan gedung yang terjadi akibat kebakaran, terdapat sebanyak 6 ruang kelas yang difungsikan sebagai ruang guru. Diantaranya ruang sarana, kurikulum, kesiswaan, bimbingan konseling serta UKS.

“Saat ini kami sedang menyiapkan laporan untuk disampaikan ke BPBD Tikep dan Pemerintah Provinsi Malut guna ditindaklanjuti, karena secara fungsional SMA Negeri 1 berada dibawah Provinsi,” tuturnya.  Terpisah, Untuk membantu SMA Negeri 1 Tidore, Kepala BPBD Kota Tikep, Abdurahim Achmad menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tikep tidak akan menutup mata terkait kebakaran tersebut, sehingga pihaknya akan menindaklanjuti berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Satpol PP dan Pemadam Kebakaran.

Meski begitu, ia akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Walikota dan Wakil Wakil Walikota Tidore Kepulauan untuk ditindaklanjuti. Sebab untuk SMA itu kewenangannya sudah berada dibawah Pemerintah Provinsi Malut. Sementara Pemerintah Kota hanya berwenang mengurusi SMP, SD, TK dan PAUD.

“Kalau aturan memungkinkan kita akan tetap membantu dengan menggunakan Dana Tak Terduga (DTT), namun sebelum itu saya akan melaporkan hasilnya ke Walikota dan Wakil terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan,” terangnya saat dihubungi melalui telephone.

Abdurrahim menambahkan, jika persoalan tersebut, pemerintah daerah juga sudah melakukan kunjungan ke SMA 1 pagi kemarin, yang dipimpin langsung Walikota, Capt. H. Ali Ibrahim dan Wakil Walikota, Muhammad Sinen, didampingi Sekda Kota Tikep, Ismail Dukomalamo, staf ahli dan pimpinan OPD.

Dalam kunjungan itu, Walikota meminta kepada semua Alumni SMA 1 untuk turut berpartisipasi meringankan beban yang dialami pihak sekolah. “Untuk bangunannya itu sudah pasti akan dibangun oleh pemerintah, namun fasilitas lainnya berupa AC, komputer, laptop dan lain sebagainya diharapkan adanya partisipasi dari alumni,” tambahnya.

Sementara menurut Walikota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim, saat meninjau lokasi tersebut, memerintahkan kepada Dinas Pendidikan dan Pariwisata Pemerintah Daerah Kota Tidore untuk segera melaukan koordinasi dengan pihak terkait agar secepatnya membangun kembali ruang sekolah yang terbakar, Karena selain sebagai gedung sekolah, gedung yang terbakar juga merupakan eks Kantor Gubernur Irian Barat yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya.

“Pemerintah Kota Tidore akan berupaya melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Malut dan pihak terkait lainnya agar secepatnya dibangun kembali ruang sekolah yang terbakar demi kelangsungan proses belajar mengajar, ini juga merupakan tanggungjawab bersama karena gedung eks Kantor Gubernur Irian Barat ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya,” tegas Walikota.

Senada disampaikan, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Khairun, ia mengharapkan kepada Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara agar secepatnya bisa membangun kembali gedung sekolah yang terbakar, sehingga aktivitas sekolah bisa berjalan normal kembali. “Untuk target kerugian belum bisa di inventarisir, tapi diperkirakan sekitar 1,5 Miliar,” tambahnya. (ute/hms)

Berita Terkait