TERNATE – Status tanggap darurat cuaca ekstrim dan gelombang pasang di Kota Ternate, sesuai keputusan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman nomor: 130/ III.6/ KT/ 2021 tentang status tanggap darurat bencana banjir rob di wilayah Kota Ternate, berakhir pada Minggu (19/12/2021).
Dengan berakhirnya tanggap darurat ini, ratusan warga yang mengungsi telah dipulangkan, hal itu disampaikan Kepala BPBD Kota Ternate M. Arif Gani kemarin Arif mengatakan, berdasarkan data informasi dampak bencana cuaca ekstrim dan gelombang pasang di Kota Ternate, sebanyak 731 warga atau 163 Kepala Keluarga mengungsi, mereka ini mengungsi di beberapa pengungsian yang disiapkan.
“Warga yang mengungsi baik di SKB, Lapangan Salero maupun di Afe Taduma dipulangkan hari ini,” katanya.
Dikatakannya, setelah tanggap darurat ini berakhir, maka akan dilanjutkan dengan paska bencana, yakni akan dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan rumah maupun fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari lalu. “Kalau data kerusakan kita kantongi, nanti pada paska bencana baru dilakukan rehabilitas dan rekonstruksi,” sebutnya.
Menurutnya, data kerusakan rumah warga dan fasilitas umum, untuk rumah warga yang mengalami kerusakan sebanyak 28 unit terjadi di Kelurahan Sangaji Utara dan Kelurahan Salero. “Jadi 28 rumah itu 17 rumah mengalami rusak ringan dan 11 rumah yang rusak sedang,” jelasnya .
Sementara untuk Fasilitas Umum yang mengalami kerusakan dari data yang ada, diantaranya pelabuhan Speed boat di Kota Baru, jembatan Dodoku Ali, satu talud penahan ombak di Batang Dua, talud di belakang Mall 36 meter, talud penahan ombak di Tobololo.
“Bukan hanya itu, ada juga warga Kelurahan Gambesi yang datang melapor, tanaman berupa kangkung rusak, jadi kita akan data berapa jumlah warga yang mengalami dampak itu, baru kita berikan stimulus,” tegasnya.(cim)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

