WEDA – Warga di Desa Nurweda, Kecamatan Weda yang tinggal di sekitar pesisir pantai, saat ini tidak tenang lantaran talud penahan ombak rusak dihantam gelombang beberapa waktu lalu. Talud yang mengalami kerusakan itu sekitar 50 meter.
Bhabinkamtibmas Nurweda, Brigpol Sanif mengaku, talud pantai Desa Nurweda, tepatnya di belakang Kantor KUA Weda roboh di hantam ombak. “Akibatnya, warga sekitar lokasi tersebut tidak bisa tidur dengan tenang di waktu malam hari, jika cuaca sudah mulai memburuk,” akunya.
Sementara itu, Aji warga setempat mengatakan, kurang lebih satu minggu talud ini rusak karena dihantam ombak. Dan apabila terjadi air pasang mengakibatkan rumah warga terendam air laut sebab talud sudah rusak. “Talud sudah rusak, sehingga air laut langsung masuk kedalam rumah saya,” ucap Aji.
Aji mengaku, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halteng sudah pernah turun untuk mengecek kondisi talud ini, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. “BPBD terlalu diam dan acuh tahu serta anggap remeh, sehingga masyarakat yang sedang kesusahan tidak ada yang dilihat,” sesalnya.
Selain BPBD lanjutnya, Dinas PUPR juga sudah pernah turun cek lokasi, bahkan langsung melakukan pengukuran tapi sama saja, semua hanya bohong karena tidak ada pemerintah yang perhatikan ini.
“Sampai sekarang Kepala desa dan camat, sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah kabupaten tidak ada yang peduli dengan talud ini,” katanya. Dia berharap, secepatnya pemerintah mengambil langkah untuk mengantisipasi jangan sampai talud ini rusak semua. Apalagi sekarang cuaca tidak bagus. (udy)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

