285 KK Korban Gempa 2020 Dapat Bantuan Pemkab Morotai

Penyerahan bantuan kepada korban gempa di desa mandiri

DARUBA – Sebanyak 285 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya rusak akibat gempa bumi pada 2020 silam, mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai berupa uang tunai dengan jumlah bervariasi sesuai dengan tingkat kerusakan yang dialami.

Bantuan tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Benny Laos, pada Selasa (11/1/2022) kemarin, di Desa Mandiri Kecamatan Morotai Selatan. Dalam sambutannya, Bupati Benny Laos, mengatakan bantuan tersebut baru diserahkan karena terkendala Covid-19.

“Saya mau beri tahu yang pertama yang terlambat ini situasi corona, yang kedua duit ini DAU-nya kepotong terus, harus belanja corona lagi beli kalian punya obat-obat semua, dibeli termasuk sembako. Jadi saya minta tolong 285 KK ini memanfaatkan uangnya dengan benar, ingat rumah yang bagus melahirkan keluarga yang bahagia jadi menggunakan yang baik,” tutur Benny.

Lanjutnya, dimasa pandemi kemarin Pemkab juga berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Morotai secara keseluruhan.

“Semua sembako kemarin semunya kebagian ya, susu, beras, gula semuanya dapat kan, semua rumah 100 persen dapat kalau ada yang tidak dapat saya berhenti, terkecuali ada rumah yang tidak ada orangnya,” ujarnya.

Benny juga meminta agar semua masyarakat di enam kecamatan harus ikut vaksinasi. Karena kedepan semua program yang masuk ke desa, syaratnya adalah penerima harus mengantongi surat vaksin.

“Kalau bantuan di desa syaratnya harus vaksin 100 persen, dan itu saya sudah bagi banyak desa kemarin Bere-Bere, Gamlamo, Rahmat, Sangowo Barat Doku Mira, Falila, Sambiki Baru trus mandiri kapan jadi harus selesai dulu baru saya kasih bantuan di desa,” tukas Benny.

Sementara Sekretaris Daerah Pulau Morotai, yang juga sebagai Kepala Dinas Perkim, M. Umar Ali, mengatakan, alokasi anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tahun kemarin masih terdapat kekurangan sehingga anggaran Perkim juga di pakai untuk rehap rumah warga yang terdampak gempa.

“Jadi kalau bencana juga ada kita lokasikan di dana darurat, ada dana bencana dan memang kurang, maka kita memakai ada yang di Perkim bisa dengan komunikasi bencana, kalau itu dia sasaran. Tapi kalau, dia kita kase itu, maka masyarakat berhak jadi rumah tidak layaknya, atau bantuan bahannya atau rehapnya atau peningkatan ada di bencana juga,” jelas Umar. Umar mengaku, kemarin anggarannya Pemda masih fokus Covid darurat, namun saat ini sudah bisa serahkan bantuan.

“Karena kita lebih fokus ke Covid darurat yang kemarin, sekarang ya kita bantu yang penting ada komunikasi, dan ada SK darurat yang di buat oleh bencana,” singkatnya.

Diksempatan itu juga Kepada Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), Muslim Djumati menuturkan, penyerahan berdasrkan hasil verifikasi rumah yang rusak akibat gempa yang dilakukan oleh BPBD, Dinas PU dan Perkim dari 5 kecamatan di Morotai.

“Bencana gempa tahun 2020 terdiri dari 5 kecamatan dengan total rumah yang rusak berdasarkan hasil verifikasi dari BPBD, PU dan Perkim seluruhnya 285 unit rumah rusak dengan indikasi ringan sedang dan berat, ringan 111 unit sedang 103 unit dan berat 71 unit,” katanya.

Muslim menambahkan untuk kerusakan baik ringan berat maupun sedang di kecamatan Morotai selatan itu totalnya 114 unit rumah.

“Khusus di Morotai Selatan totalnya itu ada 114 rumah yang rusak, 31 rumah rusak ringan, 44 rusak sedang,  39 rusak berat, desa Nakamura, desa Morodadi Wawama, Totodoku sama desa Juanga. Sesuai hasil verifikasi di desa mandiri tidak ada. Namun saat ini mandiri merencanakan pembangunan bois abrasi, dan talud akan di bangun oleh PU di dua desa Totodoku dan Mandiri,” tuntas Muslim. (fay)

Berita Terkait