DARUBA – Baru memasuki awal tahun 2022, sudah terdapat penemuan kasus penyakit Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Kabupaten Pulau Morotai.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, tercatat sudah ada 6 kasus yang ditemukan sejak Januari 2022.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Pulau Morotai, Syahrir ID Adam, dari enam kasus tersebut di dominasi laki-laki dengan usia di atas 30 tahun.
“Rata-rata warga Morotai, pelayanan untuk pendeteksian di Morotai di RSUD, rata-rata di usia produktif yaitu 30-40 tahun, ada laki-laki dan perempuan, namun dominan laki-laki,” katanya kepada wartawan kemarin.
Dari enam pasien ini, kata dia, salah satu ada yang sedang menjalani rawat jalan di RSUD Morotai. “Ada pasien masih di rumah sakit sedang berobat (rawat jalan). Kalau mereka dari Kecamatan dimana saja saya kurang tahu, mesti konfirmasi ke pengelola lagi,” katanya.
Dikatakan, saat ini sudah ada upaya untuk dilakukan deteksi dini terhadap penyakit HIV. Saat ini, Dinas Kesehatan juga sudah melakukan perluasan penemuan kasus, dan edukasi ke masyarakat lewat posyandu.
Selain itu juga dilakukan pertemuan lewat link sektor di tiap-tiap Puskesmas berupa lokakarya. “Karena memang HIV di Morotai sangat mengkhawatirkan. Kalau kita tarik ke belakang masa inkubasi itu lima tahun, kalau tarik ke belakang ada juga kasus pasien HIV di usia SMP, untuk tahun saya lupa yang pasti ada kasus seperti itu,” akunya.
Sekedar diketahui, dengan penambahan 6 kasus tersebut, maka total kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pulau Morotai sudah sebanyak 21 kasus. Pasalnya, di tahun 2021 kemarin, terdapat temuan 15 kasus. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

