TOBELO – Kejadian pemalangan kantor Kepala Desa (Kandes) di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) kembali terjadi. Pemalangan Kandes kali ini dilakukan masyarakat bersama staf desa di desa Tabobo, kecamatan Malifut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, pemalangan kantor dilakukan lantaran kades dan bendahara diduga tidak transparansi soal dana desa. Selain itu, DD tahun 2021 diketahui telah dicairkan Pemdes Tabobo namun tidak ada kejelasan. Begitupun Kades dan Bendahara sudah mencairkan Siltap, honor perangkat desa, BPD, RT-RW, namun belum disalurkan.
Sekdes Tabobo Mahmud Adam menyebutkan, Pemalangan Kandes dilakukan staf desa, masyarakat dan tokoh masyarakat dengan tuntutan mempertanyakan soal anggaran tahun 2021 5 bulan Juli hingga Desember yang telah dicairkan namun tak kunjung diberikan.
Selain itu, untuk BLT tahun 2021 juga tak kunjungan diberikan dan bahkan diberikan seluruhnya.
“Kalau siltap termasuk hak kami juga tidak ada. Selain itu, ada juga anggaran lainnya seperti anggaran Covid-19 sekitar 59 juta lebih, dana pertanian 31 juta, mobiler PAUD dan pakeang dinas guru PAUD. Semua dianggarkan dan telah dicairkan dan tidak dibelanjakan. Di dalamnya juga Rp 7.4 juta insentif guru mengaji selama setahun tak juga diberikan. Bahkan insentif guru sekolah Minggu juga pun sama,” jelasnya.
Diterangkannya, persoalan desa Tabobo sudah dipertanyakan ke Kades dan Bendahara namun selalu saja tidak direalisasi. “Untuk laporan terkait dengan dugaan penyalahgunaan anggaran desa Tabobo ke Inspektorat Halut,” terangnya. (fer)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

