BBM Dijual Tak Sesuai Ukuran

Ilustrasi

TOBELO – Takaran BBM jenis pertalite dan pertamax yang dijual pedagang eceran sepanjang jalan dalam kota Tobelo dan sekitarnya tak sampai 1 liter. Hal ini telah berlangsung sejak kelangkaan BBM jenis pertalite yang terjadi pada beberapa bulan sebelumnya hingga saat ini.

Salah satu warga desa Upa, kecamatan Tobelo Tengah Yanes kepada media ini mengeluhkan ketika membeli BBM jenis pertalite dan pertamax di kios kecil di pinggiran jalan. Pasalnya harga yang dibeli masih tetap seperti biasanya yakni Rp 10 ribu untuk jenis pertalite dan Rp 13 ribu untuk jenis Pertamax, namun yang disesalkan yakni ukuran yang tidak sampai 1 liter. 

“Hal ini perlu menjadi perhatian sejumlah pihak, pasalnya ukuran yang dijual tidak sampai 1 liter, namun terus dibiarkan dan tak ada langkah dari instansi teknis yang diberikan tanggung jawab mengawasi hal-hal ini,” jelasnya, Selasa (14/06/2022).

Selain itu, lanjut dia, kesulitan yang dialami masyarakat saat ini, yakni terkadang sejumlah kendaraan bermotor milik masyarakat juga sulit mendapatkan BBM jenis pertalite di SPBU. Bahkan sore hari justru didapatkan hanya jenis Pertamax yang dinilai terlalu mahal. “Kami kadang memerlukan BBM pertalite, namun kadang ketika di SPBU yang justru tersedia hanya pertamax,” ucapnya.

Dia mengatakan, harga yang ditetapkan sejumlah pedagang kecil yang menjual BBM eceran tidak dipersoalkan, namun ukuran wajib ditertibkan. 

“Kalau seperti ini seharusnya pemerintah melalui instansi terkait perlu melaksanakan pengawasannya. Dipastikan jika BBM dilakukan permainan ukuran seperti ini, apalagi sejumlah kebutuhan lain yang menjadi kebutuhan masyarakat,” cecarnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan, Luther warga Tobelo Tengah, dia juga menyayangkan jika penjualan BBM di sejumlah kios tak sesuai ukuran. “Kadang kita masyarakat membutuhkan BBM bahkan dibeli di pinggir jalan, namun kami hanya meminta perlunya penertiban sehingga ukuran pun dapat diterapkan dan sesuai dengan selayaknya,” tambahnya. (fer)

Berita Terkait