Janji ‘Sulap’ Banjir Dalam Kota Bobong Belum Terbukti 

Genangan air hujan dalam kota Bobong

BOBONG – Janji manis Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Taliabu, Suprayitno yang juga menantu dari wakil Bupati Pulau Taliabu terkait rencana aksi untuk pengendalian banjir belum terbukti. Padahal selama ini banjir sering melanda Kota Bobong hingga memasuki pertengahan tahun 2022.

Tahun 2021 janji Kepala Dinas PUPR Suprayitno untuk melaksanakan aksi tersebut telah tersebar luaskan sejumlah media, bahwa pada tahun 2021 lalu PUPR siap menyulap banjir dalam kota Bobong melalui APBD Kabupaten tahun itu dengan meracik berbagai strategi.

Menantu Wabup Pulau Taliabu itu menyebutkan, hal itu dilakukan guna mengantisipasi genangan air yang menyebabkan banjir di beberapa titik dalam wilayah Kota Bobong.

“Langkah awal rencana aksi itu dilakukan dengan meliputi tahap persiapan, tahap survey lapangan, tahap kajian dan kompilasi data, tahap analisis data, perencanaan, serta penyusunan laporan,” kata Suprayitno pada awal tahun 2021.

Nyatanya, hingga pertengahan tahun ini, banjir dan genangan air dalam kota Bobong masih menghantui. Apalagi saat ini di ibukota Kabupaten Pulau Taliabu mulai memasuki musim penghujan.

Pantauan media ini dalam Kota Bobong di sejumlah titik masih rawan tergenang, tak sedikit fasilitas bangunan dilanda banjir saat musim penghujan, baik perumahan penduduk, jalan raya, perkantoran maupun sekolah. 

Sesuai data yang diterima media ini, sebanyak seribu lebih rumah warga di Taliabu terdampak banjir pada tahun 2020 lalu. 

Adapun rincian rumah yang terdampak di Kecamatan Taliabu Barat antara lain, desa Bobong 406 unit, Ratahaya 138 unit, Kilong 87 unit dan Wayo 8 unit. 

Sementara di Kecamatan Taliabu Barat Laut, desa Nggele 84 unit, Onemai 53 unit, Salati 66 unit dan Beringin Jaya 35 unit. 

Selain itu, Tikong 80 unit, Nggaki 60 unit,  Bahu 36 unit, Padang 15 unit, Lede, Natang Kuning, Langganu, dan Gela masing-masing 10 unit, Pencado 4 unit dan Balohang 2 unit.

Sementara sejak tahun 2021 Suprayitno mengaku penanggulangan banjir dalam Kota Bobong merupakan salah satu program prioritas rencana kerja strategis dinas PUPR.

Namun pada pertengahan 2022 ini sejak Kamis (16/06/2022), genangan air di sejumlah lokasi mulai terlihat saat diguyur hujan selama tiga jam, hal ini disebabkan belum tersedianya saluran air yang memadai. 

Terutama daerah rawan tergenang air hujan, seperti di jalan raya depan kantor Dispora Taliabu, jalan lintas bagian utara dan jalan induk Ibukota Taliabu mulai tampak tergenang air hujan.Sementara Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pulau Taliabu, Suprayitno belum berhasil dikonfirmasi. (bro)

Berita Terkait