Jembatan Wisata Mangrove Dodola Bahayakan Pengunjung

Wisata mangrove Pulau Dodola yang mulai sepi pengunjung karena kondisi jembatannya yang rusak dan lapuk karena dimakan usia

DARUBA – Pulau Dodola masih menjadi salah satu objek wisata di Kabupaten Pulau Morotai yang paling banyak dikunjungi wisatawan saat liburan.

Karena di pulau Dodola, wisatawan bukan hanya dimanjakan dengan keindahan alam berupa hamparan pasir putih yang menghubungkan dua pulau yakni pulau Dodola kecil dan Dodola besar.

Tetapi di pulau Dodola juga, wisatawan bisa menikmati keindahan hutan mangrove, yang luasnya kurang lebih 400 meter persegi yang membentang di sepanjang sisi barat pantai pulau Dodola.

Untuk menyusuri setiap sisi hutan mangrove, pengunjung bisa melewati jembatan kayu yang panjangnya sekitar 300 meter. Di ujung jembatan itu, pengunjung langsung disambut dengan pemandangan pantai yang indah.

Menariknya dari wisata mangrove pulau Dodola ini, pengunjung juga akan dibuat kagum dengan ribuan kelelawar hitam yang beterbangan di atas pepohonan bakau.

Sayangnya, untuk saat ini, kunjungan wisatawan ke hutan mangrove pulau Dodola mulai berkurang. Pasalnya, jembatan kayu yang menjadi akses untuk bisa menelusuri hutan ini sudah banyak yang rusak dan lapuk dimakan usia, sehingga sangat membahayakan pengunjung.

“Tadi saya pe anak hampir jatuh karena pas dia injang papannya patah,” akui Rin (32 tahun) salah satu pengunjung hutan bakau kepada Fajar Malut, Minggu (10/7/2022).

Menurutnya, wisata mangrove juga menjadi salah satu objek yang paling diminati wisatawan saat ke Dodola. Olehnya itu, ia berharap agar jembatannya segera diperbaiki sehingga bisa membuat wisatawan lebih nyaman.

“Dipastikan dua bulan lagi tong so tara bisa lewat, karena dia pe papan semua sudah pasti rusak, padahal tempat ini tong paling senang ke sini,” katanya. Sampai berita ini ditayang, media ini belum berhasil mengkonfirmasi Kepala Dinas Pariwisata Pulau Morotai, Kalbi Rasid. (fay)

Berita Terkait