Muhammad Sinen Angkat Bicara Soal Insiden di Polres Tidore 

Dari situ wawali kemudian menjawabnya bahwa Nurcholis tidak memahami etika wartawan. Mendengar pernyataan Wawali, Nurcholis juga tidak tinggal diam dan menanggapi Wawali sambil menunjuk-nunjuk wajahnya.

“Karena saya lihat dia sudah mulai tidak sopan dan bicara banyak, sambil bilang ke saya kalau torang tara baku tako. saya kemudian bergegas dan menutup mulutnya, dari situ kemudian kami dilerai oleh beberapa petugas polisi yang ada di dalam ruang SPKT,” pungkasnya.

Atas peristiwa tersebut, Wawali menyatakan, kejadian yang berlangsung di Polres Tidore saat itu, merupakan tindakan responsif sebagai manusia biasa. Hal itu ia lakukan karena sikap Nurholis sudah sangat kelewatan.

“Beragam informasi yang saya baca dan dengar selama inikan terlihat sangat menyudutkan saya, padahal mereka tidak tahu penyebabnya seperti apa,” tandasnya.

Untuk itu, Wawali menghimbau kepada semua pihak yang tidak mengetahui masalah, agar dapat menjaga tulisannya di media sosial, sebab setiap orang memang diberi kebebasan untuk berpendapat, namun kebebasan itu juga diatur dengan UU.

Agar tidak membuat pihak-pihak tertentu nantinya dirugikan, Wawali berharap agar pihak-pihak tertentu jangan berlebihan dalam memberikan komentar dan pendapat di media sosial, apalagi sampai ikut menebar kebencian dan fitnah. Sebab sebagai manusia biasa, Wawali juga akan menempuh jalur hukum untuk mendapatkan keadilan yang sama sebagai warga negara republik Indonesia.

“Saya minta agar pihak-pihak yang tidak tahu masalahnya secara pasti jangan dulu berkesimpulan, sampai membuat tulisan yang menyebut saya preman, sambo dan lain-lain. karena kita ini negara hukum, saling menghargai itu jauh lebih penting dari apapun, bagi saya, sebuah peristiwa itu terjadi karena ada sebab akibat,” pungkasnya.

Berita Terkait