DARUBA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir Soekarno, Kabupaten Pulau Morotai, kini sudah memiliki mesin Incenerator pemusnahan limbah medis dan pengelolahan Instalasi Pengelolahan Air Medis.
Direktur RSUD Ir Soekarno Pulau Morotai, dr Intan Imelda Engelbert Tan, melalui Santarian Pengoperasional Limbah Medis, Sandi Farman S, menjelaskan, fungsi dari mesin itu yaitu untuk pemusnahan sampah medis khusus yang ada di RSUD Ir Soekarno.
“Sampah padat dan cair, dari rumah sakit langsung pemusnahan ke Incenerator dan IPAL,” jelas Sandi, Rabu (12/10/2022).
“Limbah padat masuk ke mesin incenerator seperti kasa, bekas-bekas obat-obatan. Kalau dalam bentuk cair dia masuk ke IPAL seperti darah, pasien punya kencing, dan lain-lain,” sambungnya.
Namun, menurut Sandi, operasi mesin ini cukup terbatas. Berdasarkan saran dari Lebaga Pemberdayaan, Pengawasan dan Pembangunan (LP3), mesin ini hanya bisa dioperasikan seminggu tiga kali.
“Jadi ada syarat pemusnahan, karena incenerator tidak bisa aktif dalam satu minggu full,” terangnya. Dan mesin ini, kata dia, hanya mampu menampung 100 kg sampah.
“Tapi waktu pemusnahan tergantung jenis sampah, karena kalau jarum kan dia punya titik lele kan tinggi sperti botol juga tinggi dan beda dengan kapas kan jadi abu,” terangnya. Mesin ini belum terdistribusi ke Puskesmas, baru terdapat di RSUD.
“Kalau Puskesmas dia distribusi ke Rumah Sakit. Jadi kit juga layani pemusnahan limbah sampah dari puskesmas, tinggal bawa bahan bakar dan kita sama-sama pemusnahan,” pungkasnya. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

