MABA – Ribuan warga dari 9 desa di Kecamatan Maba Selatan (Mabsel) melakukan aksi protes di depan kantor Bupati Halmahera Timur (Haltim).
Dimana tuntutan massa aksi tersebut disampaikan langsung di depan kantor bupati dihadiri Bupati Haltim Ubaid Yakub Sekretaris Daerah Ricky Chairul Richfat, Ketua DPRD Jhon Ngiraitji Kapolres Eddy Sugiharto Senin, (31/10/22).
Aksi dikoordinator Ismit Abas Hatari itu menyatakan, warga hanya menerima janji diatas janji, karena kejadian pembunuhan oleh OTK sudah berulang kali. “Masyarakat 9 desa Maba Selatan tidak lagi merasakan kenyamanan karena teror selalu bergilir terjadi di wilayah Maba Selatan,” katanya.
Sementara itu Sangaji Maba, Ibrahim Haruna mengatakan, melihat kejadian di Gotowasi, dirinya merasa sedih. “Karena hal ini sudah berulang-ulang kali terjadi, untuk itu kepada Bupati Haltim dan Kapolres untuk bertindak secepatnya,” pintanya Ibrahim.
Sangaji Maba itu meminta kepada pihak Polres Haltim, agar jangan membuat persoalan menjadi larut dan lambat, karena wilayah Haltim adalah daerah yang berwibawa karena didalamnya ada pemangku adat.
Untuk itu di hadapan Bupati dan Kapolres, massa aksi juga menyampaikan sejumlah poin, diantaranya menetapkan Maba Selatan sebagai zona merah, agar dapat menjadi perhatian khusus dalam rangka penyelesaian kasus tersebut.
Tuntutan yang lain adalah mendesak Bupati dan Kapolres menetapkan Maba Selatan sebagai wilayah terorisme (OTK) agar selalu diperhatikan oleh aparat kepolisian TNI dan Polri.
Polres Haltim segera dipindahkan ke Kota Maba dan Polsek Maba Selatan dipindahkan ke Maba Selatan serta sejumlah tuntutan lainnya.
Menanggapi tuntutan warga, Bupati Ubaid Yakub mengatakan, kepada masyarakat Maba Selatan dan umumnya masyarakat Haltim, Pemda dan Polres Haltim menyetujui dan menindaklanjuti tuntutan tersebut.
Lanjut Ubaid, pihaknya akan membentuk tim dari TNI-Polri untuk penanganan. Sementara Kapolres Haltim Eddy Sugiharto mengatakan, akan lakukan penambahan personil untuk bertugas di Halmahera Timur termasuk Polsek Maba Selatan guna melakukan patroli.
Eddy Sugiharto juga berjanji akan semaksimal mungkin menuntaskan kasus tersebut. mendengarkan penjelasan dari Bupati dan Kapolres massa aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib. (cr-01)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

