Nelayan dan Petani Ternate Belum Mendapat Jaminan Sosial

Hasil tangkapan nelayan di Kota Ternate

TERNATE – Kepala Bidang kepesertaan BPJAMSOSTEK Ternate, Mohammad Saaid Bin Lamenni mengaku, pekerja nelayan dan petani Kota Ternate hingga kini belum mendapat perlindunhan jaminan sosial.

Menurut dia, di wilayah Malut baru masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dan petani di Kabupaten Morotai dan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) yang sudah mendapatkan perlindungan jaminan sosial dari pemerintah daerah (Pemda).

Dua kabupaten ini yang sudah bekerja sama dengan BPJAMSOSTEK. Sedangkan yang lainnya sampai saat ini, belum ikut sertakan nelayan dan petani di wilayah masing-masing sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Termasuk Ternate-Tidore juga belum daftarkan nelayan dan petani sebagai peserta jaminan sosial,” ucap dia.

Padahal pekerjaan utama masyarakat Maluku Utara (Malut) sebagai petani dan nelayan memiliki resiko kecelakaan yang tinggi tapi minim perhatian pemerintah, terutama pemberian jaminan sosial.

Baca juga:  New Sulamadaha Beach Icon Baru Ternate

Sementara Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, sudah ada Permendagri yang mendorong pemerintah daerah menyisihkan APBD nya untuk pekerja rentan. Pekerja rentan yang dimaksud adalah pekerja yang resiko kerjanya tinggi tapi pendapatan rendah sehingga berat untuk jadi peserta. Itu yang harus dibantu pemerintah melalui APBD.  “ Saya sudah bicara dengan Mendagri dan disampaikan ada Permendagri yang mengatur soal perlindungan ke nelayan dan petani,” ucapnya.

Pendaftaran awal harus didaftarkan pemerintah daerah dengan harapan satu atau dua tahun jika sudah mandiri dan paham, akan bayar sendiri. Bagi petani dan nelayan yang sudah mampu bisa diedukasi agar daftar sendiri. Tapi, jika tidak maka harus di mulai dengan APBD. (nas)

Baca juga:  Penyaluran BSPS di Kota Ternate Masuk Tahap Tiga
error: Content is protected !!