TIDORE – Wakili Walikota Tidore, Staf Ahli Walikota Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Marjan Djumati membuka secara resmi kegiatan Gerakkan Bumil Sehat Secara Serentak di seluruh Indonesia Tahun 2022, yang merupakan program dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara (Malut) di UPT. Puskesmas Ome Kota Tidore Kepulauan.
Dalam sambutannya, Marjan Djumati mengatakan, stunting masih menjadi sebuah momok yang menakutkan saat ini, karena stunting akan mempengaruhi kualitas generasi berikutnya. Pemerintah pusat telah melakukan berbagai macam usaha untuk dapat mencegah bagaimana menurunkan angka stunting di Indonesia, begitu pula dengan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dibawah kepemimpinan Capt. H. Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen, yang begitu serius menangani masalah tersebut.
“Beberapa hari lalu kita juga telah melakukan sebuah kegiatan Diskusi Panel Manajemen Kasus Stunting yang membahas cara untuk dapat mencapai target, dimana saat ini Kota Tidore Kepulauan masih berada di 2 titik satu, yang mana hal ini menunjukan ketertinggalan kita dari kabupaten kota lainnya di Provinsi Maluku Utara yang sudah berada di 5 titik 2. Oleh karena itu perlu semua stakeholder terkait agar dapat membantu untuk mewujudkan hal tersebut,” ungkapnya.
Lanjut Marjan, perlu kita ketahui bersama stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi dibawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.
Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru Nampak setelah bayi berusia 2 tahun.
“Stunting dapat kita cegah dengan sedini mungkin, hal inilah yang sedang pemerintah pusat dan pemerintah daerah lakukan melalui Gerakan Bumil Sehat, karena kita sadari bersama bahwa stunting dapat terjadi ketika janin berada dalam kandungan, perlu penanganan dan pendampingan yang terbaik termasuk asupan gizi untuk ibu hamil dan dorongan untuk mereka agar mendapat fasilitas kesehatan yang baik selama masa kehamilan hingga persalinan, serta selama anak dalam tumbuh kembang sehingga risiko stunting dapat cegah,” imbuh Marjan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Dr. Idhar Sidi Umar dalam sambutan menyampaikan, ibu hamil memerlukan tambahan kalori kurang lebih 350-350 kalori per hari, Kebutuhan kalori perlu dipecah ke dalam komponen makro dan mikro.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

