Tahun Ini, Pemkab Morotai Hanya Mampu Bangun 10 Km Jalan Tani

Kantor Bupati Morotai

DARUBA – Dengan anggaran yang terbatas dan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) hanya mampu membangun 10 km untuk proyek jalan tani. 

Proyek tersebut dianggarkan dalam bentuk swakelola, sehingga anggarannya cukup terbatas.  “Tahun ini hanya dianggarkan Rp 1 Miliar untuk jalan tani, perhitungan RAB-nya Rp 80 juta per 1 km. Jadi hanya dapat 10 km,” jelas Kepala Dinas PUPR Pulau Morotai, M Jain A Kadir, Kamis (19/1/2023).

Menurutnya, tahun ini hitungan biaya proyek jalan tani mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini disebabkan karena naiknya harga BBM.

“Tahun 2022 kemarin hitungannya hanya Rp 35 juta per km, itu kita mampu capai jarak 30 km lebih. Tapi tahun ini naik, karena harga BBM juga naik,” katanya. 

“Jadi kalau jalan tani swakelola perhitungan RAB-nya itu pemakaian per km BBM-bya berapa, honor operator, sopir truk dan makan minum, itu yang dihitung,” sambung Jain. 

Ditanya desa mana saja yang menjadi prioritas untuk proyek ini, kata Jain, belum bisa ditentukan karena harus disurvei terlebih dulu.  “Prioritasnya ke Kecamatan Morotai Jaya dan Morotai Selatan Barat, tapi lokasinya kita belum tentukan di desa mana, karena kita survei dulu,” pungkasnya. (fay)

Berita Terkait