“Ini akan memberikan peluang dan kesempatan kepada kita, karena itu kita tidak usah takut pembiayaan untuk pembangunan pendidikan dan kesehatan, saya pasang badan, dan saya minta pak ketua DPRD juga pasang badan,” paparnya.
Prof. Yohanes Surya dikenal di seluruh Indonesia bahkan dunia karena kepintarannya. Sama halnya nanti orang kenal Maluku Utara itu karena Halteng sebab ada siswa atau gurunya yang pintar matematika,” tegasnya lagi.
Kesempatan itu juga, IMS mengaku tak ingin daerah Halteng dibangun penuh dengan rekayasa. “Saya ingin sesuatu itu benar-benar dengan kejujuran, benar-benar dengan hati, benar-benar semua kita lakukan dengan murni, tidak harus kita lakukan sesuatu dengan rekayasa,” terangnya.
“Jangan sampai nanti di STQH pada 5 Maret nanti setiap kecamatan sewa qori dan qoriah dari daerah lain terus wakili kecamatan. Itu sama dengan main bola ada naturalisasinya,” bebernya.
IMS menegaskan selama kepemimpinannya menjabat, dirinya ingin menempatkan kejujuran diatas segala-galanya. “Saya minta OPD jangan ada yang kata-kata yang sakit badan, sakit influenza, saya sudah lalui itu, tiga minggu influenza saya tidak berhenti bekerja. Jangan jadi alasan lagi, kalau kita mati karena bekerja, sama dengan kita shalat, pasti kita diberikan tempat dan Insya’allah Husnul Khatimah,” pesannya.
Atas hasil yang luar biasa itu, IMS mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada tim instruktur yang datang jauh-jauh ke Halteng untuk mendidik guru dan siswa.
“Terimakasih sebesar-besarnya kepada saudara saya yang datang jauh-jauh mulai dari Utara Sumatera sampai Manokwari. Mulai dari Bali sampai Toraja, semuanya karena keikhlasan,” ucapnya.
“Berapa sih kita harus datangkan mereka, tapi itu karena keikhlasan mereka, kompaknya begitu hebat, dalam waktu dua Minggu kekompakan itu terlihat, tapi nanti selama dua tahun harus lebih kompak, tanpa kejujuran kita tidak akan bisa kompak, semua akan terbayar dengan sendirinya,” sebutnya.
Yakin dan percaya Halteng akan jauh lebih baik dari Kabupaten lain. “Kita harus tinggalkan kabupaten lainnya di provinsi Maluku Utara, jadi kalau orang sebut Malut Utara, maka orang sebut Halteng. Bukan Sofifi. karena Halteng lebih dikenal, kalau pas orang buka metode gasing yang muncul adalah Halteng, bukan Maluku Utara, itu lah satu kelebihan kita. Jadi mari terus kita berjuang untuk Fagogoru,” tandasnya. “Saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, yang tak terhingga bagi instruktur kita, terutama Prof. Yohanes Surya Ph.D,” tutup Ikram. (udy)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
