TIDORE – Dinas Perhubungan (Dishub)Kota Tidore Kepulauan, dalam waktu dekat bakal turun melakukan penertiban terkait angkut muat penumpang yang berada di Pelabuhan Loleo, Desa Aketobololo, Kecamatan Oba Tengah.
Pasalnya, saat ini, masih terdapat 140 angkutan umum yang tidak lagi diizinkan masuk ke pelabuhan Sofifi, karena kelebihan kapasitas. Sehingga 140 angkutan umum tersebut nantinya akan difokuskan melayani penumpang di pelabuhan Loleo.
“Ini merupakan kesepakatan bersama saat pertemuan awal terkait dengan masalah antara Organda Sofifi maupun Organda Halteng, sehingga dalam waktu dekat kami akan turun untuk melakukan penertiban,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Tikep, Daud Muhammad kepada Fajar Malut, Selasa, (11/4/23).
Daud menjelaskan, penertiban angkut muat penumpang di Pelabuhan Loleo ini, nantinya akan dibagi per shift. Sehingga dari 140 sopir ini semuanya mendapat pelayanan di pelabuhan Loleo.
Untuk itu, harapan yang sama juga harus dilakukan oleh Dinas Perhubungan Halmahera Tengah, kepada para sopir yang nantinya membawa penumpang dari Loleo ke Weda, Kabupaten Halmahera Tengah.
“Dua pemerintah daerah ini harus bekerjasama dengan baik untuk melakukan pelayanan, maka dari itu, apabila para sopir dari loleo yang antar penumpang ke Weda, kemudian mereka balik ke Loleo, itu juga harus diizinkan untuk memuat penumpang dari sana (Weda), tidak perlu lagi dilakukan pemalangan,” tandasnya.
Sebab, dalam rangka penertiban ini, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, juga memberikan izin kepada para Sopir dari Weda untuk melakukan antri di Pelabuhan Loleo, dalam rangka angkut muat penumpang tujuan Weda atau IWIP.
Selain angkut muat penumpang untuk transportasi darat, Dinas Perhubungan Kota Tidore, juga akan melakukan penertiban terkait dengan angkut muat penumpang khususnya transportasi laut, jurusan Loleo Ternate maupun Loleo Tidore.
Selain itu, dalam rangka melakukan pengawasan terhadap akses transportasi laut maupun darat di wilayah Oba ini, perlu dibentuknya penambahan Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Dinas Perhubungan di Pelabuhan Loleo, dengan tujuan, dapat melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap aktivitas para penumpang, sopir maupun juragan.
“Kita masih terkendala soal SDM di Pelabuhan Loleo, dimana saat ini, hanya terdapat tiga orang petugas dari Perhubungan, dan satu petugas dari Syahbandar, hal itu dikarenakan Pelabuhan Loleo belum memiliki UPTD,” tuturnya.
Lebih lanjut, Daud menambahkan bahwa selama ini, Dinas Perhubungan hanya memiliki satu UPTD di Kecamatan Oba Utara, tepatnya di Galala, yang melayani akses perhubungan darat maupun laut sepanjang wilayah oba. Sementara di wilayah oba itu terdapat 4 Kecamatan, yang jaraknya juga sangat berjauhan.
“Untuk rencana pembentukan UPTD di Loleo ini sudah saya usulkan ke Pimpinan, semoga dapat ditindaklanjuti agar masalah ini bisa diatasi oleh UPTD yang merupakan perpanjangan tangan dari Dinas Perhubungan,” tambahnya.
Pewarta : Suratmin Idrus
Editor : Erwin Egga
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

