“Jika semuanya telah diatur, maka instansi teknis yang sudah dipercayakan oleh Capt. H. Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen, sudah harus menjalankan tugas itu dengan baik, mulai dari proses perencanaan, pendataan sampai penyaluran itu harus dikawal dengan baik, sebab jika tidak maka tentu akan terjadi kecolongan akibat perbuatan nakal oknum-oknum tertentu,” tandasnya.
Untuk itu, Adi menegaskan GP. Ansor Kota Tidore sangat senyawa dengan sikap Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen ini, dalam penegakkan hukum dan pemberantasan seluruh bentuk penyalahgunaan anggaran daerah untuk kesejahteraan rakyat.
Sehingga GP. Ansor mendukung penuh apa yang menjadi sikap Wakil Walikota Tidore dua periode itu.
“Persoalan ini harus diseriusi dan diberikan efek jera, tidak boleh dipandang biasa saja, karena jangan sampai ada oknum-oknum tertentu yang mencoba nakal dan bermain di ruang-ruang seperti ini, kemudian mencederai Citra pemerintah daerah dibawah Kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen, yang selama ini telah membangun banyak prestasi di daerah ini,” tegasnya.
Apalagi saat ini, kata Adi, juga beredar informasi pemotongan anggaran yang mencatut nama Walikota dan Wakil, kenakalan ini sesungguhnya adalah kejahatan yang luar biasa.
“Sudah nakal kemudian mencatut nama Walikota dan Wakil itu adalah kejahatan yang tidak bisa ditolerir, karena dosanya bisa berlipat ganda,” pungkasnya.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
