TIDORE – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tidore Kepulauan membantah terkait isu arahan dugaan pemotongan anggaran yang disalurkan kepada warga penerima bantuan di desa Akedotilou, Kecamatan Oba Tengah.
Hal ini ditegaskan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Dinsos Tikep, Jauhar Jainuddin yang juga merupakan PPTK kegiatan bantuan DID yang melekat di Dinas Sosial Kota Tidore Kepulauan.
“Jadi saya pertegas lagi bahwa kalau terjadi pemotongan DID di masyarakat yang bermasalah, itu adalah oknum aparat desa, tidak ada perintah dari Kepala Dinas Sosial atau Kepala Bidang,” tandasnya melalui pesan WhatsApp, Rabu, (19/04/23).
Terpisah, hal senada disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Tidore, Umar Zen. Ia mengaku, setelah dilakukan penyaluran DID di 8 Kecamatan yang ada di Kota Tidore, malamnya ia mendengar terkait dengan pemotongan DID dari 3.125.000 menjadi 2.125.000. Pemotongan ini diduga dilakukan oleh pemerintah desa setempat.
“Info ini juga saya dengar dari saya punya Kepala Bidang. Untuk memastikan apakah terjadi pemotongan atau tidak, saya kemudian mengkonfirmasi ke salah satu penerima bantuan, atas nama Rohati Hi. Adam, dan dia membenarkan hal itu. Bahkan dia mengaku yang ambil uang itu adalah mereka dari staf desa,” ungkapnya.
Umar melanjutkan, warga penerima bantuan DID di desa Akedotilou, berjumlah sebanyak 18 orang, yang sudah dibagikan bantuan sebanyak 17 orang sementara untuk satu orang penerima, belum disalurkan bantuannya, karena yang bersangkutan alamatnya tidak jelas, sehingga uangnya dikembalikan ke dinas.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

