Meski demikian, Intan mengaku pesimis bisa mencapai target yang dibebankan. Apalagi, RS Ir Soekarno hanya memiliki satu sumber PAD, yakni melalui klaim BPJS Kesehatan.
Belum lagi klaim pembayaran rumah sakit agak lambat karena belum punya sistem informatika sehingga hitungannya masih manual.
“Tahun kemarin kita masih bagus, karena dari target Rp 19 miliar, kita bisa capai Rp 18 miliar. Namun untuk tahun ini mungkin sampai tutup buku kita bisa capai Rp 14-15 miliar saja,” katanya.
Alasan PAD tidak capai target, ungkap Intan karena masih ada alat kesehatan yang tidak bisa diklaim melalui BPJS, yaitu alat kesehatan untuk mata.
“Sebenarnya kita bisa capai target, cuma karena ada beberapa alat yang BPJS belum mau kerja sama sehingga kita belum bisa klaim. Alasannya karena kita belum punya sistem informatika RS. Kalau itu bisa dibayar BPJS, kita bisa capai target lebih dari itu,” pungkas Intan.
Pewarta : M. Rifai
Editor : Zulkifli Hi Saleh
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
