TERNATE– Aplikasi perubahan berbasis Basic Akuntabilitas Pengendalian Terintegrasi (Baku Dasi), salah satu proyek perubahan dari Reformer Amirudin Abd. Hamid salah satu perseta Diklat ke VII di Ambon, pada Selasa (5/9/2023) kemarin secara resmi di launching oleh Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman bertempat di Sahid Bella Hotel.
Aplikasi Baku Dasi ini nantinya akan diharapkan dapat memaksimalkan pelaporan pajak di Pemerintah Kota Ternate, bahkan aplikasi yang digagas Amirudin ini mendapat dukungan dari Wali Kota Ternate untuk dapat diterapkan di Pemkot Ternate. Dan untuk mempercepat penerapan apikasi Baku Dasi ini usai dilakukan launching dilanjutkan dengan bimbingan teknis (Bimtek) kepada seluruh bendahara dan kasubag keuangan di seluruh OPD yang ada di Kota Ternate.
Reformer Diklat ke VII Amirudin Abd. Hamid mengatakan, hal yang melandasi gagasan aplikasi berjudul Baku Dasi ini karena Kota Ternate masih diperhadapkan dengan permasalahan pajak yang terletak pada Bank BPRS yang tidak memiliki data base setoran pajak yang telah disetorkan ke BSI dan ada beberapa bukti setor NPTN yang memang tidak lengkap sehingga sehingga BPKAD kesulitan menelusuri dan melakukan rekon dengan KPP Pratama karena kekurangan pajak, karena harus dibuktikan dengan nomor NPTN hal ini yang mengakibatkan temuan BPK.
Menurutnya, hal ini terjadi lantaran belum optimalnya SDM dalam pelaporan pajak, belum ada aplikasi pendukung pelaporan pajak, belum optimal pengawasan BPKAD terhadap bendahara pengeluaran yang berada di OPD Pemkot Ternate, tidak terlaksananya rekonsiliasi antara BPKAD dengan bendahara pengeluaran dan juga dengan BPRS.
Dia sendiri berharap, dengan adanya aplikasi Baku Dasi dapat menyelesaikan pelaporan pajak mulai dari OPD sampai pihak ketiga dapat berjalan lancer sesuai dengan hasil pelaporan pada aplikasi yang dibuat reformer. “Kita juga berharap tersedianya SDM yang handal, kemudian aplikasi yang dapat menyelesaikan masalah pelaporan pajak, dan terlaksananya pengawasan secara berkala,” ungkapnya.
Lanjut dia, melalui aplikasi ini memiliki manfaat jangka pendek berupa meningkatnya pemahaman aparatur pelaporan pajak, membuat aplikasi pendukung pelaporan pajak, meningkatkan pengawasan bagi setiap aparatur bendaharan pelaporan pajak di Kota Ternate, selain itu untuk manfaat jangka menengah kata dia, terlaksananya pelaporan bendahara pengeluaran yang transparan dan akuntabel di beberapa OPD yang ada di Kota Ternate, sedangkan manfaat jangka panjangnya menurut Amirudin, dapat terealisasi seluruh pelaporan secara akuntabel dan transparansi di Kota Ternate.
“Manfaat proyek perubahan ini salah satunya membantu Pemkot Ternate dalam pelaporan serta dapat meminimalisir devisit hutang kepada pihak ketiga dan tersedianya laporan yang akuntabel,” ungkap, Kabid Kasda BPKAD Kota Ternate ini.
Kepala BPKAD Kota Ternate Abdullah H. M. Saleh yang juga sebagai mentor Amirudin mengatakan, project inovasi dalam bentuk aplikasi Baku Dasi yang diluncurkan ini sangat membantu, khusus pengelolaan pajak di Kota Ternate.
“Saya sangat merespon gagasan seperti ini, sebab selama ini jika kita lihat, untuk di BPKAD Kota Ternate perlu memiliki aplikasi dalam bentuk pelaporan pajak. Kemudian kita juga masih lemah sumberdaya aparatur dalam pengelolaan pajak,” katanya.
Menurutnya, kinerja BPKAD saat ini belum optimal dalam melakukan pengawasan terhadap bendahara pengeluaran yang berada disetiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot. “Ini juga upaya pemerintah untuk mengimplementasikan sistem yang berbasis digital. Karena kedepan ini, dalam rangka reformasi birokrasi perlu adanya digitalisasi adminstrasi pemerintah,” ujarnya, sembari mengapresiasi aplikasi Baku Dapi yang digagas reformer Amirudin tersebut.
Sementara, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman mengatakan, aplikasi Baku Dasi yang launching ini merupakan salah satu langkah penting dalam perjalanan pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Ternate. Yang membuktikan bahwa Pemkot punya tekad untuk meningkatkan akuntabilitas, dan integritas dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah. “Jadi ini bukan hanya sebuah upaya reformasi, tapi juga sebuah komitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan berdaya saing bagi masyarakat, dan saya sangat mendukung aplikasi ini,” katanya.
Menurut dia, Baku Dasi ini merupakan sebuah inisiatif yang sangat menarik. Sebab, ini mencerminkan komitmen Pemkot untuk meningkatkan akuntabilitas, pengendalian dan integritas dalam upaya pengelolaan keuangan dan aset daerah. Bahkan, langkah ini sangat penting untuk mencapai pemerintahan yang efektif dan transparan “Dalam pemerintahan, akuntabilitas itu kunci. Itu artinya kita harus siap bertanggungjawab atas semua tindakan dan keputusan kita. Integritas itu selalu dijaga, dan menjadikan kejujuran sebagai prinsip utama,” tegasnya.*
Editor : Hasim Ilyas
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

