TERNATE – Pada Selasa (4/3/2025), Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman dan Nasri Abubakar secara resmi menyampaikan pidato pertama 2025-2030, melalui rapat paripurna DPRD Kota Ternate yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Ternate Rusdi A. Im.
Mengawali paripurna tersebut, Sekretaris DPRD Aldhy Ali membacakan Keputusan Mendagri nomor 100.2.1.3-221 tahun 2025 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Pada Kabupaten dan Kota Hasil Pilkada Serentak Tahun 2024 Masa Jabatan Tahun 2025-2030.
Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman dalam sambutannya mengatakan, pada 4 Desember 2024, dirinya bersama Nasri Abubakar, telah ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate Periode 2025-2030. Dan pada tanggal 10 Februari 2025 melalui DPRD Kota Ternate telah menggelar Paripurna terkait Usulan Pengesahan Penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate terpilih Masa Jabatan 2025-2030 Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak tahun 2024.
“Dan alhamdulillah, pada tanggal 20 Februari 2025 kemarin, bersama 961 kepala daerah dari 481 daerah, kami telah dilantik serentak di Istana Merdeka oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Untuk selanjutnya pada tanggal 21-28 Februari 2025 kemarin, kami mengikuti kegiatan Retret di Akademi Militer di Magelang. Dan hari ini, melalui Forum Dewan yang terhormat, bertepatan dengan Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan ke-II Tahun Sidang 2025, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Ternate, Saya berkesempatan untuk menyampaikan Penyampaian Pidato Sambutan Pertama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate Masa Jabatan 2025-2030,” katanya.
Dikatakannya, jabatan merupakan amanah dan tugas mulia yang akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya untuk masyarakat Kota Ternate yang Mandiri dan Berkeadilan.
“Dengan segala ketulusan dan kerendahan hati, kami mengucapkan terima kasih, yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kota Ternate, yang telah memberikan Amanah dan Kepercayaan kepada kami, untuk mengemban tugas sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate periode 2025-2030, serta telah berpartisipasi dalam proses Pilkada kemarin yang berjalan secara demokratis dan santun, sehingga ketertiban dan keamanan tetap terjaga di Kota Ternate,” ungkapnya.

Dikesempatan itu Wali Kota juga menyampaikan, terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kami
sampaikan juga kepada penyelenggara Pemilu, yaitu KPU Kota Ternate dan Bawaslu Kota Ternate serta PPK dan PPS, juga aparatur keamanan dan aparatur
pemerintah di berbagai tingkatan, atas kerja kerasnya yang telah mempersiapkan, melaksanakan dan mengawal penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah di Kota Ternate.
Lanjut Tauhid, mulai Selasa kemarin, mereka bertekad mewujudkan visi Kota Ternate yang Mandiri dan Berkeadilan atau TERNATE ANDALAN Jilid II. Dan untuk mencapai visi tersebut dengan semangat tagline Tuntaskan Berbenah, terdapat Enam Misi Utama yang akan dijalankan dalam masa jabatan 2025-2030, meliputi:
1. Menumbuh-kembangkan Kelembagaan Sosial Dalam Bingkai 7 Nilai Dasar Kebudayaan Ternate (Kie Se Gam Magogugu Matiti Tomdi) atau Ternate Berbudaya.
2. Meningkatkan Kapasitas Infrastruktur Dasar Dan Infrastruktur Strategis atau Ternate Berkembang.
3. Mewujudkan Kualitas Sumber Daya Manusia Yang Unggul Dan Berdaya Saing atau Ternate Berkualitas.
4. Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Responsif, Bersih, Transparan, Dan Akuntabel Yang Berorientasi Pada Pelayanan Publik atau Ternate Berkinerja.
5. Menciptakan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Yang Tangguh Dan Unggul Berbasis Kepulauan atau Ternate Bertumbuh.
6. Mewujudkan Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Hidup Secara Berkelanjutan, Asri Dan Lestari atau Ternate Berkelanjutan.
“Visi dan Misi merupakan arah kebijakan dan tujuan utama dalam pembangunan Kota Ternate, dan akan diterjemahkan ke
dalam tindakan nyata, melalui 18 Program Prioritas,” terangnya.
Dikatakannya, program prioritas merupakan kumpulan kebijakan yang difokuskan pada sektor-sektor utama yang dianggap strategis dan mendesak untuk diwujudkan. Dia menegaskan, apa yang telah dirumuskan dalam Visi, Misi dan 18 Program Prioritas untuk prioritas pembangunan Kota Ternate Tahun 2025 – 2029, tujuannya adalah untuk mempertajam, memperkuat sekaligus
menyempurnakan apa yang telah dilakukan atau yang telah terlaksana melalui program kegiatan RPJMD Kota Ternate periode pertama.
Bahkan dalam jangka pendek 100 hari kerja, terdapat beberapa hal krusial yang perlu kita fokuskan dalam penanganan permasalahan di Kota Ternate, meliputi:
1. Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan dan Profesionalitas ASN.
2. Optimalisasi Peningkatan PAD.
3. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (Pendidikan, Kesehatan, Pengelolaan Sampah dan Air Bersih).
4. Pengendalian Inflasi dan Ketersediaan Pangan.
5. Pengembangan UMKM, IKM dan Ekonomi Kreatif.

Dimana, peningkatan tata kelola pemerintahan dan profesionalitas ASN, harus dilakukan secara simultan agar tercipta pemerintahan yang bersih, efektif, dan melayani masyarakat dengan lebih baik. Dengan mengimplementasikan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta meritokrasi dalam manajemen ASN, diharapkan pelayanan publik menjadi lebih efisien dan berkualitas di Kota Ternate.
“Dan penerapan teknologi berbasis digital, yang merupakan salah satu strategi yang akan dioptimalkan, dan dijadikan dasar dalam penentuan keputusan dan kebijakan serta langkah strategis untuk Perencanaan Pembangunan, Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah di Kota Ternate. Sehingga dapat meningkatkan transparansi, fungsi kontrol dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan, dalam rangka penerapan good governance, sekaligus mendorong digitalisasi di seluruh sektor government. Kita ketahui bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai representasi otonomi daerah menunjukkan kemampuan suatu daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri, oleh karena itu pengoptimalan PAD akan menunjang pembangunan daerah yang pembiayaannya bersumber dari PAD,” jelasnya.
Sebagai pendukung peningkatan PAD, APBD Kota Ternate telah mampu mendorong peningkatan pada beberapa indikator ekonomi makro berdasarkan 17 (Tujuh belas) Katagori Lapangan Usaha PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kota Ternate. Nilai PDRB ADHB yang tercipta di Kota Ternate pada tahun 2024 mencapai 15,21 Triliun Rupiah naik 11,83 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 13,60 triliun.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi juga merupakan indikator dinamis yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja perekonomian di suatu wilayah dari waktu ke waktu. Dan alhamdulillah pada tahun 2024, Pertumbuhan ekonomi Kota Ternate mencapai 8,83 Persen di tahun 2024, atau terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu 5,00 Persen.
“Banyak pekerjaan rumah untuk Kota Ternate yang harus cepat dituntaskan, seperti masalah Pendidikan, Kesehatan Penanganan Sampah Perkotaan dan Air Bersih. Sinkronisasi kebijakan Pusat dan Daerah, Pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, Penambahan armada dan sarana pendukung lainnya serta pola pengelolaan manajemen yang baik, diharapkan menjadi solusi yang tepat dan cepat dalam menjawab permasalahan di atas. Sampah menjadi fokus utama yang harus diperhatikan, dengan kolaborasi yang dibangun, melalui penanganan dan pengelolaan sampah yang responsif berbasis partisipatif dari tingkat RT-RW, kelurahan hingga kecamatan,” tandasnya.
Lanjut Wali Kota, untuk penguatan ekonomi lokal dalam mendukung kebijakan pangan nasional, Kerjasama Antar Daerah adalah kunci bagaimana keterlibatan Kabupaten-Kota di Maluku Utara, dapat dijadikan sebagai hinterland atau penyangga sekaligus sebagai instrumen pembangkit ekonomi, dalam upaya penyediaan berbagai bahan baku atau komoditas unggulan, dan sekaligus sebagai jawaban atas terjadinya inflasi di Kota Ternate, yang pada tahun 2024 sebesar 1,66 Persen menurun 2,75 Persen dari tahun 2023.
“Untuk membantu pertumbuhan dan geliat ekonomi, ada beberapa instrumen penggerak yang akan menjadi pijakan dalam mengawali langkah kerja kami, konsep kota kreatif adalah bagaimana memberikan peran kepada pelaku UMKM, IKM dan Ekonomi Kreatif, untuk mengisi pembangunan penguatan ekonomi kedepan, sehingga pentingnya konsep Hexa Helix, antara pemerintah, swasta, akademisi, media dan masyarakat serta agregrator lainnya, juga bertujuan untuk mendukung secara optimal program-program inklusi bagi penyandang disabilitas, sebagai bentuk pembangunan kualitas SDM untuk berpartisipasi penuh dalam dimensi spasial, sosial dan ekonomi tanpa adanya diskriminasi di Kota Ternate,” katanya.
Selain itu kata Tauhid, Kota Ternate telah dikenal sebagai Kota Kreatif, tempat berkumpulnya anak-anak inovatif yang membuka peluang di tengah kesulitan, untuk itu kita akan memperbanyak creative hub dan co-working space, agar anak-anak muda di Kota Ternate memiliki daya saing dan UMKM dapat naik kelas melalui pemanfaatan teknologi, konsep kolaborasi adalah kata kunci penguatan ekonomi kedepan, yang tujuan dari kesemuanya itu adalah untuk memperkuat City Branding Ternate sebagai Kota Rempah. Sehingga, optimalisasi capaian Program Kegiatan implementasi Visi-Misi dirinya dan Nasri Abubakar di periode ini, benar-benar harus bisa menjawab harapan dan kebutuhan masyarakat Kota Ternate, yang telah memilih mereka.
“Implementasi dari harapan-harapan tersebut, akan dituangkan ke dalam dokumen RPJMD Kota Ternate Tahun 2025-2029, yang finalisasi penyusunannya akan segera kami rampungkan, setelah rancangan teknokratiknya sudah disusun terlebih dahulu,” tutupnya.(*)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

