Lebih lanjut dia menyebutkan, sentuhan fisik antara pengunjuk rasa dan aparat merupakan hal biasa. Pada intinya para pengunjuk rasa juga harus menghargai rekan-rekan yang melakukan unjuk rasa, dan sebaliknya rekan-rekan yang melaksanakan unjuk rasa juga harus patuh terhadap aturan perundang-undangan.
“Ya biasalah sekedar dorong-mendorong itu sudah merupakan suatu dinamika unjuk rasalah, saya rasa. Sehingga dari kesalahpahaman tadi saya harap juga jangan terlalu diperlebarlah, intinya sama-sama ya saya juga menghargai rekan-rekan yang melakukan unjuk rasa, rekan rekan yang melaksanakan unjuk rasa juga harus patuh terhadap aturan perundang undangan,” tandasnya.
Kapolres juga menjelaskan, dirinya terpaksa harus terlibat di tengah masa aksi siang itu untuk tidak memperlebar aksi dorong. “bagaimana kalau saya tidak turun di tengah-tengah mereka akan lebih panjang lagi, makanya saya berusaha turun,” terangnya.
Pewarta : Brongen
Editor : Erwin Egga
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
