Keuangan Pemkot Ternate Merosot, Antrian Panjang Terjadi di BPRS

TERNATEAntrian panjang para bendahara OPD terjadi di Kantor Bank BPRS Bahari Berkesan, hal ini lantaran para bendahara dari setiap OPD ini menunggu proses pencairan kegiatan di tahun 2023.

Dari amatan dilapangan, para bendahara OPD ini rela mengantri sampai pada Sabtu (30/12/2023) dini hari, tepatnya pukul 02.00 WIT dengan harapan usulan pencairan kegiatan yang telah dilaksanakan bisa segera dicairkan sebelum berakhirnya tahun anggaran 2023. Suasana ini berbeda dengan kondisi yang ada di BPKAD yang sudah mulai sepi.

Salah bendahara yang enggan namanya dipublish menyebut, pihaknya harus mengantri sampai selarut itu dengan harapan BPRS dapat mencairkan anggaran mereka atas honor kegiatan yang sudah dilaksanakan.

“Karena dari BPKAD menyampaikan bahwa permintaannya sudah disampaikan ke BPRS, jadi kami mengantri dengan harapan bisa dicairkan,” ungkapnya singkat.

Dari informasi yang dihimpun menyebutkan, ada sejumlah kegiatan yang dipastikan tidak bisa dibayar Pemkot Ternate sampai akhir 2023 karena kondisi keuangan daerah, diantara TPP ASN Pemkot Ternate pada bulan Desember dan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan sejumlah kegiatan pihak ketiga.

Sebelumnya, Kepala BPKAD Kota Ternate Abdullah H. M Saleh mengatakan, hingga Jumat kemarin anggaran yang masuk ke rekening daerah jumlah sangat sedikit, akhirnya tidak bisa menjamin pembayaran TPP maupun permintaan lain.

“Kondisi keuangan kita sedang merosot, kita berharap ada anggaran yang masuk supaya bisa dibayarkan,” katanya pada Jumat (29/12/2023).

Hal ini kata dia, dapat berdampak pada pembayaran sejumlah kegiatan. Bahkan, Pemkot Ternate juga dipastikan akan membawa hutang di tahun 2024 yang nilainya cukup besar.*

Editor : Hasim Ilyas

Berita Terkait